
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan 300 tangki air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau 2026.
Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf mengatakan permintaan bantuan air bersih dari masyarakat mulai muncul menjelang musim kemarau tahun ini.
“"Saat ini telah mulai ada permintaan air bersih jelang musim kemarau 2026,"” ungkap Ridwan di Lombok Tengah, Sabtu.
Ia menjelaskan berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
“"Kondisi saat ini memang masih terjadi hujan, tapi permintaan air bersih mulai ada meskipun tidak banyak,"” katanya.
Permintaan Air Bersih Mulai Muncul di Sejumlah Kecamatan
BPBD mencatat hingga Mei 2026 telah menyalurkan tujuh tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami kesulitan air.
“"Sampai dengan bulan Mei baru tujuh tengki air bersih yang disalurkan dan itu permintaan masyarakat dari beberapa kecamatan seperti Pujut, Praya Timur, dan Kecamatan Jonggat,"” ujar Ridwan.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Mei biasanya sudah memasuki puncak musim kemarau yang memicu tingginya permintaan air bersih.
Namun kondisi cuaca tahun ini masih diselingi hujan lebat di beberapa wilayah, bahkan sempat menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Kerembong, Kecamatan Janapria.
BPBD Lombok Tengah juga telah menyiapkan dua armada mobil tangki yang siap mendistribusikan air bersih sewaktu-waktu jika masyarakat membutuhkan.
“"Kami menyiapkan dua mobil armada yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan air jika ada permintaan dari masyarakat,”” katanya.
BPBD Pastikan Stok Air Bersih Masih Aman
Ridwan memastikan ketersediaan air bersih di Lombok Tengah masih dalam kondisi aman untuk menghadapi musim kemarau.
Saat ini BPBD memiliki cadangan 100 tangki air bersih, sementara PDAM menyediakan stok tambahan sebanyak 200 tangki.
“"Yang jelas sekarang kami dari BPBD sudah menyiapkan air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat jika ada permintaan,"” ujarnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan melakukan penyimpanan cadangan air bersih sejak dini.
“"Kami harapkan warga mulai melakukan penyimpanan air,"” kata Ridwan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





