HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Makassar Gencarkan Urban Farming untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Makassar Gencarkan Urban Farming untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (tengah) saat melihat beberapa usaha pertanian perkotaan atau "urban farming" yang dikelola warganya di Kecamatan Tamalate Makassar. ANTARA/HO-Pemkot Makassar.)

Pantau - Pemerintah Kota Makassar menggencarkan program pertanian perkotaan atau urban farming guna mendukung ketahanan pangan sekaligus memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk berkontribusi menyukseskan program pertanian lahan sempit di tengah kawasan perkotaan.

"Pertanian perkotaan ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari dan nilai tambah," ujar Munafri di Makassar, Sabtu.

Ia menegaskan program tersebut juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga, menekan inflasi, serta mendukung keberlanjutan pasokan bahan pangan untuk MBG.

Urban Farming Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Munafri mengapresiasi praktik urban farming yang telah dikembangkan sejumlah warga, termasuk konsep pertanian terintegrasi yang memadukan budidaya ikan, sayuran, hingga peternakan ayam dalam satu kawasan.

"Ini luar biasa. Ada ayam, ikan, sayur, semua terintegrasi dalam satu kawasan. Ini harus menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki," katanya.

Ia mencontohkan kelompok masyarakat di Kecamatan Tamalate yang berhasil membudidayakan kangkung dengan masa panen sekitar 20 hingga 21 hari dan menghasilkan hingga 150 kilogram setiap panen.

Menurut Munafri, hasil panen tersebut telah terserap pasar lokal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rutin Program MBG.

"Ini yang kita harapkan, ada siklus ekonomi yang berjalan. Masyarakat dapat penghasilan tambahan, sementara kebutuhan pasar juga terpenuhi," ujarnya.

Pemkot Dorong Pertanian Berkelanjutan

Selain meningkatkan produksi pangan, Pemkot Makassar juga mendorong pengelolaan limbah melalui pemanfaatan sisa makanan menjadi pupuk kompos sebagai bagian dari ekosistem pertanian berkelanjutan.

Munafri meminta camat dan lurah lebih aktif membuka akses serta melakukan pendampingan kepada masyarakat agar program pertanian perkotaan semakin meluas dan terorganisasi.

Tak hanya fokus pada tanaman pangan, Pemkot Makassar juga mulai mengembangkan kawasan berbasis tanaman herbal untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

"Ini potensi besar. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi identitas wilayah, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat," ucapnya.

Penulis :
Aditya Yohan