
Pantau - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS atau sekitar Rp570 miliar sepanjang tahun buku 2025, meningkat 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan peningkatan laba tersebut menjadi hasil dari transformasi operasional dan aksi korporasi strategis yang dijalankan perusahaan secara konsisten.
"Pada tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS (Rp570 miliar), naik signifikan sebanyak 26,3 persen dibanding tahun 2024 sebesar 26,9 juta dolar AS (Rp451 miliar)," kata Andi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Selain laba bersih, GMFI juga mencatat pendapatan usaha sebesar 491,9 juta dolar AS atau sekitar Rp8,25 triliun sepanjang 2025, tumbuh 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga membukukan total aset sebesar 813 juta dolar AS atau sekitar Rp13,6 triliun, meningkat 91,5 persen dibandingkan 2024.
Transformasi Operasional Dongkrak Kinerja GMFI
Andi menjelaskan peningkatan kinerja perseroan ditopang transformasi operasional yang mencakup peningkatan produktivitas, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan sertifikasi internasional.
Menurut dia, aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun turut memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mengembalikan ekuitas GMFI menjadi positif.
"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid," ujarnya.
GMFI juga mencatat kontribusi pendapatan dari segmen non-group afiliasi sebesar 141,3 juta dolar AS atau sekitar 28,7 persen dari total pendapatan perusahaan.
Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI mempertahankan kerja sama dengan pelanggan lama seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, serta menambah pelanggan baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.
Perluas Bisnis Pertahanan dan Infrastruktur Aviasi
Sepanjang 2025, GMFI berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua Airbus A330 milik Garuda Indonesia.
Di sektor pertahanan, GMFI menyelesaikan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat serta dua pesawat VIP Boeing 737-800.
Perseroan juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.
Selain itu, GMFI melakukan groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan menjalin kerja sama dengan Pelita Air dalam pemanfaatan hanggar di Bandar Udara Pondok Cabe.
“Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global,” kata Andi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





