HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Berharap Waisak 2026 Menjadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian Umat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenag Berharap Waisak 2026 Menjadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian Umat
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Biksu (Bhikkhu) yang melakukan ritual Thudong dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026 menyapa anak-anak di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/nym..)

Pantau - Kementerian Agama berharap perayaan Waisak 2026 yang dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, menjadi ruang spiritualitas dan perdamaian bagi seluruh umat beragama, khususnya umat Buddha.

Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi mengatakan perayaan Waisak tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga membawa dampak sosial positif bagi masyarakat luas.

“Selain nilai religiusnya, Waisak juga memberi dampak positif sosial yang signifikan serta menjadi momentum penyebaran pesan perdamaian ke seluruh dunia dan tahun ini juga menyertakan program khusus, termasuk Lentera Perdamaian, sebagai bagian dari rangkaian perayaan,” ujar Supriyadi di Jakarta, Sabtu.

Puncak perayaan Waisak 2026 dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 dengan kehadiran puluhan ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.

Waisak Jadi Momentum Persatuan dan Toleransi

Supriyadi menyoroti keunikan tradisi perayaan Waisak di Indonesia yang terus mendapat dukungan pemerintah sebagai agenda penting keagamaan dan budaya.

Ia berharap momentum Waisak mampu memperkuat persatuan, kerukunan, dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Pemerintah, kata Supriyadi, juga berkewajiban menjamin hak beribadah seluruh umat sesuai amanat konstitusi sehingga koordinasi dengan berbagai lembaga dan pemerintah daerah terus dilakukan.

“Panitia perlu berkoordinasi dengan seluruh jajaran lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah, khususnya untuk bersama-sama mempersiapkan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, lancar, sehingga umat Buddha juga bisa melaksanakan ibadahnya dengan hikmat,” ungkapnya.

Borobudur Didorong Jadi Ruang Spiritualitas Berkebudayaan

Kemenag menilai penyelenggaraan Waisak bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan spiritualitas umat yang hadir di kawasan Candi Borobudur.

Supriyadi juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan candi untuk kegiatan keagamaan yang tetap sesuai dengan aturan kebudayaan yang berlaku.

“Tentu yang kami lakukan adalah bagaimana agar candi ini juga dipergunakan dengan pendekatan spiritualitas berkebudayaan. Artinya, ruang ini harus betul-betul bisa memberikan manfaat bagi setiap orang yang akan berkunjung ke Candi Borobudur,” kata Supriyadi.

Perayaan Waisak 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk program Lentera Perdamaian yang menjadi simbol penyebaran pesan damai kepada masyarakat dunia.

Penulis :
Ahmad Yusuf