
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong perluasan sambungan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Kota Bekasi, Jawa Barat, karena dinilai lebih hemat, praktis, dan ramah lingkungan dibanding penggunaan LPG.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama PT Pertagas Niaga meninjau jaringan gas rumah tangga di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Jumat 22 Mei 2026.
Wahyudi mengatakan minat masyarakat terhadap jargas terus meningkat seiring manfaat ekonomis yang dirasakan warga.
Warga Rawalumbu Mulai Beralih ke Jargas
Ketua RW 037 Kelurahan Bojong, Rawalumbu, Bambang Suharyono mengungkapkan pada awal program tidak semua warga berminat menggunakan jargas meski pemasangannya didanai APBN tanpa biaya.
Namun, setelah mengetahui penggunaan jargas lebih efisien dan praktis dibanding LPG, masyarakat mulai tertarik menjadi pelanggan.
"Di Rawalumbu ini, ada potensi puluhan ribu rumah tangga yang dapat menjadi pelanggan baru apabila biaya pemasangan lebih terjangkau. Kami mengharapkan adanya kebijaksanaan agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati gas murah ini," jelas Bambang.
Bambang mengaku biaya penggunaan jargas di rumahnya hanya sekitar Rp50.000 per bulan.
Pelanggan jargas lainnya, Sutaryoto, menyebut tagihan gas bulanannya hanya berkisar Rp40.000 hingga Rp60.000 untuk kebutuhan memasak dan pemanas air.
Sementara saat masih menggunakan LPG, pengeluaran bulanannya bisa mencapai lebih dari Rp100.000.
"Dulu kalau pakai LPG, harus bawa-bawa tabung. Kadang pas lagi masak, gas habis. Kalau sekarang, pakai jargas lebih nyaman dan tersedia 24 jam," ucapnya.
Keberadaan jargas juga mendukung kegiatan Jumat Berkah di Masjid Jami Al Hikmah, Bojong, Rawalumbu.
Setiap hari Jumat, dapur umum masjid mampu menyediakan hingga 300 paket makanan untuk warga sekitar dengan biaya gas sekitar Rp130.000 per bulan.
BPH Migas dan Pertagas Siap Perluas Sambungan Baru
Wahyudi Anas mengatakan pengembangan jargas dapat dilakukan melalui berbagai opsi pembiayaan, baik melalui APBN maupun APBD bersama BUMD.
"Kami sudah menampung beberapa aspirasi masyarakat yang juga ingin berlangganan jargas. Bagaimana mekanismenya, sudah kita rumuskan bersama. Semoga nanti dapat dibangun dengan skema pembiayaan APBN atau APBD, sehingga dapat membantu warga di sini," tuturnya.
Ia menegaskan ketersediaan pasokan gas masih mencukupi untuk mendukung penambahan ribuan sambungan rumah baru di wilayah Bekasi.
Meski demikian, Wahyudi mengingatkan pengelolaan jargas membutuhkan biaya operasi dan pemeliharaan yang cukup besar.
"Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha agar layanan dapat berjalan berkelanjutan," tambahnya.
Wahyudi juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas jargas demi keamanan bersama.
"Jaga jangan sampai nanti ada gangguan-gangguan dan kendala teknis, yang bisa berdampak kurang baik terhadap keamanan dan keselamatan warga," katanya.
Hingga saat ini, Pertagas Niaga telah mengaktivasi 254.708 sambungan rumah dari total 308.833 sambungan rumah atau sekitar 82 persen yang tersebar di 25 kabupaten/kota di delapan provinsi.
Khusus di Kota Bekasi, Pertagas Niaga mengelola 4.857 sambungan rumah dan bekerja sama dengan BUMD Sinergi Patriot Bekasi.
Direktur Utama Pertagas Niaga Toto Yulianto menegaskan pihaknya siap mendukung perluasan jaringan gas bumi di berbagai daerah.
"Kami berkomitmen apabila memang ada kebutuhan terkait jargas, kami siap melakukan teamwork (bekerja sama). Baik melalui skema APBN maupun APBD, kami siap menjalankan operasionalnya," ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





