
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK menyebut Pasar Penyintas menjadi wujud pemulihan ekonomi korban Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006.
Pasar Penyintas dihadirkan dalam rangka Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta yang digelar di Lapangan Garuda Candi Prambanan pada Jumat 22 Mei 2026 hingga Sabtu 23 Mei 2026.
Sebanyak 20 pelaku UMKM penyintas gempa turut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk makanan, minuman, kerajinan, dan produk lokal lainnya.
Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK Monalisa mengatakan Pasar Penyintas bukan sekadar tempat transaksi ekonomi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi monumen hidup atas kemenangan harapan para korban bencana.
“Gerai-gerai yang dihadirkan berupa produk-produk kerajinan dan kuliner lokal yang dipamerkan. Senyuman dari para pelaku usaha adalah bukti nyata bahwa masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah tidak pernah menyerah,” ungkap Monalisa.
Ia menilai para penyintas berhasil mengubah duka menjadi energi untuk bangkit, pulih, dan berkembang secara berkelanjutan.
Bentuk Apresiasi bagi Penyintas
Monalisa menyebut kehadiran Pasar Penyintas juga menjadi bentuk apresiasi kepada para penyintas yang dianggap sebagai pejuang ekonomi tangguh.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo mengatakan semangat para penyintas menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DIY, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Daerah, serta para pembina UMKM.
Andre menilai dukungan berbagai pihak menjadi bentuk gotong royong dan sinergi dalam memperkuat kapasitas ekonomi penyintas bencana.
Jadi Pengingat Pentingnya Kesiapsiagaan
Andre menegaskan peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta juga menjadi pengingat bahwa ancaman bencana merupakan kondisi nyata yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, diperlukan solidaritas, kesiapsiagaan, dan kolaborasi lintas pihak untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif di masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





