
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan studi kelayakan proyek supergrid energi baru terbarukan guna mewujudkan pusat pengembangan listrik bersih yang menghubungkan wilayah Kepulauan Sunda Kecil.
NTB Siapkan Infrastruktur Kabel Laut untuk Supergrid
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin mengatakan studi kelayakan diperlukan setelah rencana pembangunan jaringan transmisi area luas terkendala nilai keekonomian proyek.
“Hasil konsultasi kami dengan Dirjen Gatrik Kementerian ESDM bahwa untuk menjadi sebuah supergrid tidak mudah, salah satunya harus ada jaringan bawah laut,” ujar Samsudin.
Menurutnya, infrastruktur utama yang dibutuhkan adalah kabel listrik bawah laut di Selat Lombok untuk menghubungkan NTB dengan Bali.
Pemerintah pusat menilai pembangunan jaringan kabel bawah laut tersebut baru layak direalisasikan sekitar tahun 2031 hingga 2033.
“Kementerian ESDM melihat perkembangan penduduk dan sebagainya, sehingga kelayakan sekitar tahun 2031-2033 untuk menyambungkan jaringan kabel laut di Selat Lombok,” katanya.
Samsudin menjelaskan studi kelayakan juga bertujuan menguji kemungkinan proyek direalisasikan lebih cepat sekaligus menghitung detail potensi energi baru terbarukan di NTB.
“NTB punya tujuh sumber energi baru terbarukan. Berapa kemampuan NTB dan bagaimana jika dibandingkan dengan NTT NTB sebagai supergrid harus mampu mengidentifikasi potensi itu,” ungkapnya.
NTB Tawarkan Investasi Energi Bersih ke Mitra Strategis
Sumber energi bersih di NTB meliputi air, matahari, angin, arus laut, sampah, biomassa, dan panas bumi.
Dinas ESDM NTB mencatat kontribusi energi baru terbarukan di daerah tersebut mencapai 25 persen atau lebih tinggi dibandingkan bauran energi bersih nasional sebesar 15,75 persen.
Kapasitas terpasang energi bersih di NTB terdiri atas PLTS on grid sebesar 21,6 megawatt, PLTS off grid sektor pertambangan sebesar 26,8 megawatt, serta PLTMH sebesar 18,5 megawatt.
Pemprov NTB juga aktif menawarkan peluang investasi energi bersih kepada kedutaan besar, sektor swasta, dan organisasi nirlaba untuk mendapatkan sumber pendanaan proyek jaringan transmisi area luas.
“Dukungan anggaran kami terbatas. Gubernur telah meminta dukungan melalui mitra strategis, seperti kedutaan besar,” kata Samsudin.
Gagasan supergrid NTB sebelumnya telah dideklarasikan dalam forum kerja sama Bali-NTB-NTT atau KRBN.
Proyek tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung target emisi nol bersih Indonesia di masa depan.
Dalam rencana jangka panjang, Bali direncanakan akan dipasok listrik dari NTB dan NTT karena saat ini masih terhubung dengan jaringan listrik Pulau Jawa.
- Penulis :
- Gerry Eka





