
Pantau - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp69,7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Sungai Limau.
Pembiayaan Digunakan untuk Gedung hingga Alat Kesehatan
Rincian pembiayaan terdiri dari Rp59,52 miliar untuk pembangunan gedung rumah sakit, gedung nonmedis, gedung utilitas, serta kebutuhan mekanikal elektrikal.
Selain itu, Rp8,36 miliar dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan, Rp1,3 miliar untuk pengadaan mebel, dan Rp519,9 juta untuk jasa manajemen konstruksi.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembangunan RSUD menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.
“RSUD Tipe D ini dirancang dengan kapasitas 50-60 tempat tidur yang dapat melayani sekitar 5-6 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui perluasan akses layanan kesehatan, memperpendek waktu tempuh masyarakat untuk memperoleh layanan medis, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar,” ujar Reynaldi.
RSUD tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan pemerataan akses layanan medis di wilayah Padang Pariaman.
Pemkab Padang Pariaman Targetkan Groundbreaking Juli 2026
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengapresiasi dukungan pembiayaan dari PT SMI untuk pembangunan rumah sakit tersebut.
“Kepercayaan yang diberikan PT SMI kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sangat kami apresiasi. Untuk pembangunan RSUD ini, kami memperkirakan groundbreaking dapat dilakukan paling lambat pertengahan Juli, namun tentu semakin cepat akan semakin baik agar operasional rumah sakit juga dapat segera dirasakan masyarakat,” kata John.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan memastikan kontraktor menjalankan proyek secara optimal dan bertanggung jawab.
“Saya juga akan ikut memastikan kesungguhan kontraktor dalam pelaksanaannya, karena ini merupakan dana yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, efektif, dan efisien,” ujarnya.
Pembangunan RSUD juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi berupa penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM dan sektor pendukung, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan rumah sakit.
Struktur ekonomi Kabupaten Padang Pariaman saat ini didominasi sektor transportasi dan pergudangan sebesar 22,10 persen dari PDRB 2025 dengan nilai sekitar Rp5,15 triliun.
Berdasarkan kajian kelayakan, proyek RSUD tersebut memiliki Internal Rate of Return (IRR) sebesar 4,80 persen atau berada di atas BI Rate sehingga dinilai layak dilaksanakan.
Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI mencapai Rp37,44 triliun dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp15,25 triliun.
PT SMI menegaskan akan terus mendorong pembiayaan pembangunan untuk mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka





