
Pantau - Universitas Andalas (Unand) menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Australia untuk memperkuat kesiapsiagaan serta ketahanan bencana di wilayah Sumatera.
Unand Kembangkan Riset Ancaman Megathrust Sumatera
Kerja sama tersebut dilakukan melalui penguatan riset, pendidikan, hingga pengembangan pusat studi kebencanaan terintegrasi.
Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan kolaborasi itu menjadi langkah strategis membangun ekosistem manajemen kebencanaan yang berkelanjutan.
Fokus utama kerja sama diarahkan pada wilayah Sumatera yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana geologi dan hidrometeorologi.
Riset kebencanaan tersebut didukung dana hibah BNPB melalui program Siap Siaga-Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
Melalui hibah BNPB 2025, Unand akan mengembangkan riset ancaman gempa megathrust di wilayah Sumatera.
Hasil penelitian tersebut nantinya diterbitkan dalam buku berjudul “Overview Ancaman Megathrust Sumatera”.
Hibah juga digunakan untuk mendukung penyelenggaraan International Conference on Disaster Management and Mitigation sebagai ruang kolaborasi ilmiah dan pertukaran gagasan terkait mitigasi bencana.
Pada periode 2026–2027, fokus riset akan diperluas ke kajian lanjutan mengenai megathrust dan penyusunan buku terkait bencana hidrometeorologi.
Kajian tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kejadian bencana di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.
BNPB Tekankan Kebijakan Berbasis Kondisi Lapangan
Efa Yonnedi menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar menghadirkan inovasi dan kajian ilmiah terkait kebencanaan.
Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan kebencanaan nasional.
Ia menyebut Indonesia memiliki berbagai ancaman bencana alam sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.
Unand juga terus mempersiapkan diri menjadi perguruan tinggi yang adaptif terhadap tantangan kebencanaan melalui penguatan program akademik dan pusat kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan ekosistem manajemen bencana dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas pembangunan.
Ketahanan terhadap bencana juga disebut penting untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Sekretaris Utama BNPB RI Rustian menegaskan kebijakan kebencanaan harus dibangun berdasarkan kondisi nyata di lapangan agar mitigasi dan penanganan bencana lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka





