
Pantau - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan Konsinyering Penguatan Akademik dan Kelembagaan FEB UIN Jakarta.
Kegiatan itu melibatkan jajaran pimpinan struktural fakultas serta pakar manajemen sekaligus Board of Directors MBA FEB UGM Prof Amin Wibowo PhD.
Dekan FEB UIN Jakarta Prof Dr Ibnu Qizam mengatakan sinergi dan disiplin operasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas program pendidikan.
Menurut Ibnu Qizam, peningkatan kualitas pendidikan harus dibuktikan melalui keterlibatan penuh seluruh pemangku kepentingan akademik.
“Sinergi dan disiplin operasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas program pendidikan,” ungkap Ibnu Qizam.
UGM Bagikan Strategi Kelola Sekolah Bisnis
Prof Amin Wibowo membagikan pengalaman strategis dalam mengelola sekolah bisnis berdasarkan perjalanan panjang program Magister Manajemen FEB UGM.
Program MM FEB UGM diketahui didirikan pada tahun 1988.
Hingga kini, program tersebut berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke-30 di Asia versi QS Global MBA Rankings 2026.
Prof Amin menjelaskan terdapat tujuh pilar utama reputasi sekolah bisnis.
Pilar tersebut meliputi otonomi operasional, kejelasan positioning, komitmen terhadap akreditasi internasional, selektivitas input mahasiswa, dan kekuatan ekosistem alumni.
Akreditasi Global Dinilai Penting untuk Mutu Pendidikan
Prof Amin menegaskan akreditasi global tidak boleh dipandang hanya sebagai syarat administratif atau alat pemasaran untuk menarik mahasiswa baru.
Menurutnya, akreditasi global seperti AACSB merupakan bentuk disiplin operasional yang mendorong institusi terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Pembelajaran tata kelola berafiliasi global diharapkan membantu perguruan tinggi merumuskan diferensiasi inti institusi.
Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem kurikulum agar tangguh menghadapi tantangan disrupsi digital di masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





