
Pantau - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro atau YPMAK siap mengirim mahasiswa asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro untuk melanjutkan kuliah di Universitas Pembangunan Nasional atau UPN Veteran Yogyakarta.
YPMAK merupakan pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia.
Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka mengatakan pihaknya telah bertemu pimpinan UPN Veteran Yogyakarta untuk menjajaki kerja sama pengiriman mahasiswa dari Suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kerja sama tersebut dipilih karena UPN Veteran Yogyakarta memiliki banyak jurusan sains seperti teknik pertambangan dan geologi.
“Kami berharap semakin banyak anak Papua yang menekuni bidang pertambangan dan geologi karena sangat dibutuhkan di dunia pertambangan,” ungkap Leonardus Tumuka.
YPMAK Kembangkan Program Beasiswa Prestasi
Sejak tahun 2025, YPMAK mulai mengembangkan program beasiswa prestasi bagi putra-putri asli Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Mimika.
Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang berhasil lolos masuk universitas negeri secara mandiri.
Penerima beasiswa diwajibkan mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK minimum antara 2,75 hingga 3,0 selama masa studi.
Saat ini YPMAK telah menjalin kerja sama dengan Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Universitas Papua atau Unipa Manokwari, dan Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat Manado.
Leonardus berharap melalui pola baru beasiswa prestasi akan ada mahasiswa Amungme dan Kamoro yang lolos masuk UPN Veteran Yogyakarta.
UPN Veteran Sambut Positif Kerja Sama
Pihak UPN Veteran Yogyakarta menyambut positif rencana kerja sama tersebut.
Kampus berharap semakin banyak anak muda asli Papua mendapatkan akses pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta.
Leonardus menegaskan bahwa meskipun perusahaan tambang berada di Mimika, masyarakat Papua tetap membutuhkan sumber daya manusia berkualitas di bidang pertambangan, geologi, dan eksplorasi agar mampu bersaing.
Saat ini terdapat lebih dari 4.000 penerima bantuan pendidikan YPMAK mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 31 mahasiswa asli Suku Amungme dan Kamoro telah masuk dalam program beasiswa prestasi.
Leonardus menilai capaian tersebut menjadi perkembangan positif bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Papua.
- Penulis :
- Gerry Eka





