
Pantau - Bareskrim Polri memastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatera pada Jumat (22/5).
“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.
Nunung menjelaskan investigasi dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN pada Minggu (24/5).
Investigasi dilakukan di tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kabel Transmisi Putus Diduga Akibat Cuaca Ekstrem
Berdasarkan hasil identifikasi awal, gangguan terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di wilayah Jambi pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB.
Tim gabungan menemukan kabel transmisi putus di lokasi kejadian, namun kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan signifikan.
“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ujar Nunung.
Ia mengatakan dugaan tersebut diperkuat keterangan warga sekitar yang mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam di area sekitar tower transmisi.
Polri juga menerima informasi dari PT PLN bahwa sebelum gangguan terjadi, sistem kelistrikan Sumatera dalam kondisi normal dan terintegrasi.
Puslabfor Dalami Penyebab Putusnya Kabel
Nunung menjelaskan jalur transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai memiliki aliran daya besar menuju Sumatera Barat sehingga gangguan pada jalur tersebut berpotensi memicu hilangnya pasokan listrik dalam jumlah besar dan menyebabkan blackout sistem interkoneksi Sumatera.
“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” ungkapnya.
Meski demikian, Polri masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium terhadap kabel transmisi yang putus guna memastikan penyebab utama gangguan listrik massal tersebut.
“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” kata Nunung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





