HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Subianto Sumbangkan Sapi Kurban Jumbo untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Prabowo Subianto Sumbangkan Sapi Kurban Jumbo untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung
Foto: Sapi dengan bobot sekitar 1,1 hingga 1,2 ton terpilih oleh Presiden Prabowo untuk dikurbankan di Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat. (sumber : Pemkab Bandung)

Pantau - Presiden terpilih Prabowo Subianto menyumbangkan satu ekor sapi kurban jumbo berbobot sekitar 1,1 hingga 1,2 ton untuk warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania mengatakan sapi tersebut dipilih melalui proses seleksi ketat dari pemerintah pusat sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia.

"Beratnya tuh kemarin hasil penimbangan sekitar antara 1,1-1,2 ton," ungkap Ina Dewi Kania.

Sapi Kurban Diprioritaskan untuk Korban Banjir

Ina menyebut hewan kurban tersebut diprioritaskan untuk masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

"Hewan kurban tersebut akan diprioritaskan untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Bandung tersebut," katanya.

Sapi kurban itu direncanakan disembelih di wilayah Dayeuhkolot yang sebelumnya menjadi salah satu daerah terdampak banjir.

"Rencananya di daerah yang kemarin terkena banjir di Dayeuhkolot, di DKM Miftahul Jannah," ujarnya.

Pemilihan lokasi penyembelihan dilakukan agar bantuan daging kurban dapat langsung menyasar masyarakat terdampak bencana dan distribusinya berjalan tepat sasaran.

Proses Seleksi Sapi Dilakukan Secara Ketat

Saat ini sapi kurban tersebut masih berada di peternakan asal dan dijadwalkan dikirim ke lokasi pemotongan menjelang hari penyembelihan.

"Posisinya segera dikirim, dikirim H-1 ini," kata Ina.

Sapi tersebut merupakan hasil budidaya peternak lokal Kabupaten Bandung yang sebelumnya diusulkan ke pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian setempat.

Proses seleksi dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, uji laboratorium, hingga peninjauan langsung oleh tim Sekretariat Negara sebelum akhirnya ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa