HOME  ⁄  Nasional

Badan Bahasa Salurkan Bantuan Pemerintah untuk Perkuat Pelestarian Sastra Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Badan Bahasa Salurkan Bantuan Pemerintah untuk Perkuat Pelestarian Sastra Daerah
Foto: (Sumber : Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin (tiga kiri) berfoto bersama para penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026 di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026). (ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen).)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyalurkan Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026 guna memperkuat pelestarian bahasa dan sastra daerah di Indonesia.

Program bantuan tersebut menjadi bagian dari semangat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa.

Badan Bahasa Dukung Komunitas Pelestari Bahasa

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan bantuan itu merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memperkuat ekosistem pelestarian bahasa dan sastra daerah.

“Melalui skema fasilitasi komunitas dan apresiasi perseorangan, kami ingin memberikan dukungan sumber daya kepada komunitas penggerak yang tidak lelah menghidupkan ruang-ruang tutur, sekaligus memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para maestro dan aktivis yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai penjaga gawang bahasa dan sastra daerah,” ungkap Hafidz.

Sejumlah penerima bantuan tersebut antara lain Rahmah Asa Ridho Harun, Yayasan Hari Puisi, TBM Saung Manggar, Tribuno Svastha Harena, dan Rustani Simanjuntak.

Hafidz mencontohkan Rustani Simanjuntak memanfaatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran dan promosi aksara Batak.

Program tersebut meliputi pencetakan alat peraga, buku pembelajaran, hingga kain selendang bermotif aksara Batak sebagai media pengenalan budaya kepada masyarakat.

Literasi Digital Bahasa Daerah Dikembangkan

Rustani juga mengembangkan buku tutorial belajar aksara Batak yang mengenalkan komponen dasar surat Batak seperti Ina ni Surat dan Anak ni Surat.

Selain itu, ia mendokumentasikan karya berbasis aksara Batak, termasuk penulisan empat versi Doa Bapa Kami dalam aksara Batak, Bahasa Batak Latin, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

“Saya berharap bantuan ini dapat memperluas pemanfaatan aksara Batak sekaligus menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap falsafah hidup masyarakat Batak di tengah kehidupan multikultural Indonesia,” ujar Rustani.

Praktik pelestarian bahasa daerah juga dilakukan Yayasan Tribuno Svastha Harena melalui program penguatan literasi digital berbasis kearifan lokal untuk Generasi Z.

Melalui bantuan tersebut, komunitas mengembangkan pelatihan produksi konten digital budaya lokal, dokumentasi bahasa daerah, penulisan kreatif, hingga publikasi karya sastra melalui media sosial.

Penulis :
Ahmad Yusuf