HOME  ⁄  Nasional

PBNU Ajak Masyarakat Resapi Makna Ketaatan dan Pengorbanan Saat Idul Adha

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBNU Ajak Masyarakat Resapi Makna Ketaatan dan Pengorbanan Saat Idul Adha
Foto: (Sumber : Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.H. Mahbub Maafi saat menyampaikan khotbah Idul Adha di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (27/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad..)

Pantau - Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.H. Mahbub Maafi mengingatkan masyarakat bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan momentum untuk meresapi nilai ketaatan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Mahbub saat menyampaikan khotbah shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu.

Mahbub menjelaskan ibadah kurban berawal dari kisah ketabahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.

“Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan korban itu tidak sampai kepada Allah Swt., yang sampai adalah ketaatan dari kita,” kata Mahbub.

Kurban Bukan Sekadar Ritual Penyembelihan

Menurut Mahbub, makna kurban tidak hanya sebatas menyembelih hewan, tetapi menjadi bentuk penyerahan diri dan ujian ketaatan kepada Sang Pencipta.

Dia menilai semangat pengorbanan harus diwujudkan dalam kehidupan sosial melalui kepedulian terhadap sesama dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan,” ungkapnya.

Pejabat Diminta Siap Terima Kritik

Dalam khotbahnya, Mahbub juga menyoroti peran pejabat dan tokoh publik yang mengabdikan diri untuk melayani masyarakat.

Dia menegaskan pengorbanan seorang pelayan publik tidak hanya berupa tenaga dan materi, tetapi juga kesiapan menerima kritik dari masyarakat.

“Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela,” kata Mahbub mengutip pernyataan cendekiawan Islam Ibnu Hazm.

Mahbub mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.

Penulis :
Aditya Yohan