HOME  ⁄  Nasional

Hakim Konstitusi dan Pegawai MK Rayakan Idul Adha 2026 Bersama di Gedung Mahkamah Konstitusi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hakim Konstitusi dan Pegawai MK Rayakan Idul Adha 2026 Bersama di Gedung Mahkamah Konstitusi
Foto: (Sumber : Ketua MK Suhartoyo didampingi Wakil Ketua MK Saldi Isra dan hakim konstitusi lainnya menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban di Gedung I MK, Jakarta, Rabu (27/5/2026). ANTARA/HO-Humas Mahkamah Konstitusi.)

Pantau - Sembilan hakim konstitusi bersama pegawai Mahkamah Konstitusi (MK) merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan melaksanakan Shalat Id berjamaah di Aula Gedung I MK, Jakarta, Rabu.

Shalat Idul Adha tersebut dipimpin Ustadz Deden Misbahudin Muayyad yang juga menyampaikan khutbah bertajuk “Qurban Sebagai Manifestasi Integritas Sosial”.

Ketua MK Suhartoyo mengatakan perayaan Idul Adha di lingkungan Mahkamah Konstitusi menjadi agenda tahun kedua yang digelar bersama dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Menurut dia, pelaksanaan kurban tidak hanya membawa keberkahan tetapi juga menjadi bentuk manifestasi ketakwaan kepada Allah SWT.

“Tadi saya mendengar khutbah pak ustadz, ketika nanti kita ditanya oleh malaikat itu tidak ada orang terdekat di sekitar kita hanya hewan-hewan ini yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,” ungkap Suhartoyo.

Ketua MK Ajak Pegawai Tingkatkan Ketakwaan

Suhartoyo berharap momentum Idul Adha dapat meningkatkan ketakwaan seluruh pegawai Mahkamah Konstitusi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pegawai dan panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan kurban tahun ini.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan di Gedung MK Jakarta, tetapi juga di kompleks perumahan pegawai MK di Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Ustadz Deden menegaskan ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

“Hari Raya Idul Adha merupakan momentum mulia untuk membangun ketakwaan sekaligus memperkuat integritas sosial di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Ustadz Deden.

Khutbah Soroti Pentingnya Integritas Sosial

Ustadz Deden mengatakan inti ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol keikhlasan, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Ia mengutip Surat Al Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa ketakwaan menjadi nilai utama dalam ibadah kurban.

Menurut dia, integritas sosial tercermin dari keselarasan antara iman, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ustadz Deden juga menyoroti berbagai persoalan sosial seperti korupsi, ketidakadilan, manipulasi, dan perpecahan yang muncul akibat hilangnya kejujuran dan amanah.

“Korupsi, ketidakadilan, manipulasi, dan perpecahan adalah tanda lemahnya integritas sosial. Maka Idul Adha seyogyanya harus menjadi momentum memperbaiki diri dan membangun masyarakat yang lebih berintegritas,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan