
Pantau - Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin mengingatkan umat Islam agar perbedaan pilihan politik, organisasi, dan pandangan keagamaan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Din Syamsuddin saat menyampaikan khutbah Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.
"Janganlah umat ini, hanya karena perbedaan organisasi, hanya karena perbedaan paham keagamaan, hanya karena perbedaan aspirasi dan kepentingan politik, kemudian kita terjebak pada perpecahan di antara kita," ujar Din.
Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, Indonesia memiliki banyak organisasi Islam sehingga persatuan dan kesatuan umat harus terus dijaga.
Ia menegaskan konflik internal hanya akan membawa kegagalan bagi umat Islam dan menghilangkan kewibawaan umat di tengah masyarakat.
"Jangan berkonflik, jangan bertikai, karena kalian akan gagal dan kewibawaan; kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang," ungkapnya.
Din Soroti Kesenjangan Kualitas Umat Islam
Dalam khutbahnya, Din juga menyoroti kondisi umat Islam di Indonesia yang dinilai masih menghadapi kesenjangan antara jumlah penduduk muslim dan kualitas di berbagai bidang kehidupan.
"Umat Islam di Indonesia dewasa ini masih menghadapi masalah besar, yaitu adanya kesenjangan antara kuantitas dan kualitas. Jumlah umat Islam yang besar, tetapi belum disertai dengan kualitas," katanya.
Ia menyebut umat Islam masih tertinggal dalam bidang sosial, politik, hingga ekonomi sehingga belum mampu memainkan peran dominan dalam kehidupan nasional.
"Namun, jika kita amati secara jujur, dalam kehidupan nasional umat Islam belum berperan, umat Islam belum menentukan, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi," ucap Din.
Ajak Umat Perkuat Persaudaraan dan Peran Kebangsaan
Din Syamsuddin juga mengajak umat Islam mengedepankan toleransi dan menjaga persaudaraan dalam menghadapi berbagai perbedaan di tengah masyarakat.
Ia meminta umat Islam mengambil peran aktif dalam memajukan bangsa dan menjaga Indonesia dari berbagai bentuk kemungkaran.
"Jika para pahlawan yang terdiri dari para ulama pada masa lampau telah mengorbankan diri untuk menegakkan negara tercinta. Inilah saatnya bagi kita umat Islam juga untuk menampilkan pengorbanan bagi kemajuan bangsa dan negara kita," katanya.
Khutbah Idul Adha tersebut turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





