
Pantau - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah di tengah cuaca terik dan kepadatan di area jamarat.
“Seluruh jamaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan, bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heryawan di Makkah, Kamis.
Ian menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Haji Arab Saudi yang menaruh perhatian besar terhadap keamanan jamaah, khususnya jamaah asal Indonesia.
PPIH Minta Jamaah Tetap di Dalam Tenda
PPIH telah menginstruksikan seluruh petugas lapangan untuk mengawal pelaksanaan aturan tersebut selama prosesi lempar jumrah berlangsung.
Jamaah haji Indonesia diwajibkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti skema pergerakan yang telah ditentukan.
“Kepatuhan akan dipantau dan dievaluasi secara ketat,” kata Ian.
Pengawasan akan dilakukan langsung oleh Misi Haji bersama penyedia layanan guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah.
Jamaah Diimbau Hindari Berdesakan di Area Jamarat
Pada 10 Dzulhijjah, jutaan jamaah haji melaksanakan lempar jumrah aqabah yang dilanjutkan dengan prosesi lempar jumrah pada Hari Tasyrik 11 hingga 13 Dzulhijjah.
Selain mematuhi jadwal aman, jamaah juga diimbau tidak memaksakan diri berdesakan dengan jamaah dari negara lain di area jamarat.
PPIH meminta jamaah menjaga stamina, menghindari kelelahan, serta selalu mengikuti arus pergerakan untuk mencegah benturan arus di tengah kerumunan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





