
Pantau - PDI Perjuangan membagikan sebanyak 485 sapi kurban kepada warga, pondok pesantren, organisasi masyarakat keagamaan, masjid, dan panti asuhan di seluruh wilayah Jawa Timur dalam momentum Idul Adha 2026.
Penyaluran sapi kurban dilakukan melalui kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Jawa Timur.
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan Idul Adha tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
"Kami melihat penduduk di Jawa Timur sebagian besar bekerja di sektor informal. Ini artinya mereka bekerja, namun kurang layak atau pendapatannya rendah," ujar Said dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
PDIP Soroti Rendahnya Kesejahteraan Pekerja Informal
Said menjelaskan sapi kurban yang dipotong di kantor DPC PDIP akan disalurkan kepada warga miskin dan panti asuhan di sekitar wilayah setempat.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari identitas PDIP sebagai partai yang dekat dengan masyarakat kecil atau "wong cilik".
Menurut Said, sebanyak 64,4 persen penduduk Jawa Timur bekerja di sektor informal, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 59,4 persen.
Ia menilai kondisi tersebut membuat banyak pekerja tidak memperoleh standar upah layak, jaminan kesehatan, jaminan pensiun, hingga hak ketenagakerjaan lainnya.
"Dengan demikian, PDI Perjuangan di Jawa Timur ingin berbagi dengan rumah tangga miskin yang rata-rata bekerja pada sektor informal di Jawa Timur agar mereka bisa ikut merasakan berkah Idul Adha," ungkapnya.
Konsumsi Daging Rendah Jadi Sorotan
Said juga menyoroti rendahnya konsumsi daging sapi masyarakat Jawa Timur meski provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu produsen sapi terbesar di Indonesia.
Ia menyebut rata-rata konsumsi daging sapi warga Jawa Timur hanya sekitar 6-9 gram per kapita per minggu, jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 150-200 gram.
"Produksi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur lebih dari 100 ribu ton per tahun, yang digunakan untuk memasok kebutuhan daging lokal dan nasional, sementara konsumsi daging dan kecukupan gizi warga di sana rendah," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong kader PDIP di Jawa Timur bergotong royong menyisihkan rezeki untuk membantu masyarakat kurang mampu menikmati daging kurban saat Idul Adha.
"Pada perayaan Idul Adha ini, kami bulatkan niat untuk bisa membantu warga miskin menjadi lebih baik. Setidaknya mereka bisa bersukacita menikmati daging kurban," ujar Said.
- Penulis :
- Aditya Yohan





