
Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap membantu optimalisasi kualitas ekspor durian di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melalui penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir guna memperluas pasar ekspor, khususnya ke Tiongkok.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan penguatan lingkungan usaha dan tata kelola ekspor menjadi langkah penting agar sektor durian mampu memberikan keuntungan bagi petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
"Perlu dibuatkan lingkungan yang baik supaya ekosistem ekspor durian lebih baik, menguntungkan petani, pelaku usaha maupun pemerintah," kata Karding saat kunjungan kerja di salah satu rumah kemas di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis.
Barantin juga memberikan pendampingan kepada petani untuk memperoleh sertifikat Good Agricultural Practices (GAP) yang menjadi syarat utama ekspor komoditas durian ke pasar internasional.
Sertifikasi GAP Jadi Kunci Ekspor Durian
Penerapan GAP mencakup proses budi daya, panen, hingga pascapanen sesuai standar keamanan pangan dan protokol ekspor negara tujuan.
Karding meminta para petani segera mendaftarkan kebun mereka agar dapat menjalani proses sertifikasi dan memenuhi standar ekspor.
Saat ini terdapat tujuh rumah kemas di Sulawesi Tengah yang telah memiliki izin ekspor durian ke Tiongkok dari total 42 rumah kemas yang ada di wilayah tersebut.
"Puluhan rumah kemas yang belum memiliki izin kami upayakan bisa segera mengekspor komoditas durian ke pasar Tiongkok," ujarnya.
Barantin menilai Parigi Moutong memiliki posisi strategis dalam rantai ekspor durian nasional karena memiliki sistem produksi dari hulu hingga hilir.
Ekspor Durian Sumbang Ratusan Miliar Rupiah
Barantin menyebut ekspor durian menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi Sulawesi Tengah dengan kontribusi mencapai Rp304,4 miliar terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor karantina pada 2025 menyumbang 7,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto sektor ekspor Sulawesi Tengah.
Karding menegaskan pihaknya akan menindak tegas jika terdapat oknum pegawai Barantin yang mempersulit proses sertifikasi atau melakukan gratifikasi kepada petani.
"Keberhasilan ekspor durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan," ucapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





