
Pantau - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sekaligus meminta pemerintah segera memulihkan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terus merosot.
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung mengatakan petani sawit swadaya maupun bermitra mendukung pembentukan DSI karena dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.
"Petani sawit swadaya maupun bermitra mendukung DSI, tetapi harus dijelaskan cepat. Jangan petani dibiarkan jadi korban abu-abunya penjelasan tentang DSI,” kata Gulat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5).
Menurut Apkasindo, pemerintah perlu segera memberikan kejelasan terkait mekanisme implementasi kebijakan tersebut agar harga TBS tidak semakin tertekan akibat spekulasi pasar dan ketidakpastian informasi.
Harga TBS Sawit Petani Swadaya Terjun Bebas
Gulat mengungkapkan harga TBS petani swadaya saat ini turun drastis hingga berada di kisaran Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram.
Penurunan harga tersebut disebut mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
“Petani swadaya sekarang itu ada yang tinggal Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal HPP kita Rp2.000. Artinya petani sudah nombok,” ujarnya.
Ia menjelaskan petani sawit swadaya menjadi kelompok yang paling terdampak karena tidak memiliki kepastian kontrak pembelian seperti petani plasma maupun petani bermitra.
Saat ini harga TBS petani plasma masih berada di kisaran Rp3.600 per kilogram sehingga tekanan terbesar dirasakan petani mandiri.
Petani Swadaya Dinilai Paling Rentan
Apkasindo menyebut petani swadaya merupakan mayoritas pelaku perkebunan sawit rakyat di Indonesia sehingga kondisi penurunan harga sangat memengaruhi sektor tersebut.
“Kalau petani bermitra masih ada perlindungan karena diatur Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Yang paling terpuruk itu petani swadaya, sementara luas kebun petani swadaya mencapai 93 persen dari total kebun sawit rakyat,” ucap Gulat.
Apkasindo berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga TBS sekaligus menjaga keberlangsungan usaha petani sawit rakyat di tengah ketidakpastian pasar.
- Penulis :
- Aditya Yohan





