HOME  ⁄  Nasional

Kelurahan Pulau Untung Jawa Optimalkan Pengolahan Sampah Jadi Pupuk dan Kompos untuk Warga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kelurahan Pulau Untung Jawa Optimalkan Pengolahan Sampah Jadi Pupuk dan Kompos untuk Warga
Foto: (Sumber : Pihak Kelurahan Pulau Untung Jawa mengolah sampah menjadi kompos atau pupuk untuk pertanian. ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu..)

Pantau - Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, mengoptimalkan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) RT 02 RW 03 dengan mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk serta memanfaatkan sampah anorganik untuk mendukung pengembangan bank sampah.

Program tersebut dijalankan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Lurah Pulau Untung Jawa Muslim mengatakan pengawasan terus dilakukan agar proses pengelolaan sampah berjalan maksimal dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

Sampah Organik Diolah Menjadi Pupuk

Muslim menjelaskan sampah yang masuk ke TPS terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya sebelum diproses lebih lanjut.

“Sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk, sedangkan sampah anorganik dipilah dan dipres untuk mendukung kegiatan bank sampah ke depannya,” ungkapnya.

Selain itu, sampah anorganik yang telah dipilah juga dipres sebagai bagian dari pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurut Muslim, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi kelurahan untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Hasil Pengolahan Dimanfaatkan Warga

Hasil kompos dan pupuk yang diproduksi dari pengolahan sampah telah dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan lingkungan.

Muslim menjelaskan kompos digunakan untuk pupuk tanaman serta membantu menguruk sejumlah area di lingkungan permukiman warga.

Ketua RT 02 Pulau Untung Jawa Idris mendukung penuh program tersebut karena memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan dan masyarakat.

“Program itu sangat baik karena selain mengurangi volume sampah, hasil pengolahannya juga dapat dimanfaatkan kembali oleh warga,” ujarnya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan secara berkelanjutan,” imbuh Muslim.

Penulis :
Aditya Yohan