
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas ratusan Relawan Pendidikan untuk membantu Anak Tidak Sekolah (ATS) kembali mendapatkan layanan pendidikan.
Penugasan Relawan di Lapangan
Relawan tersebut bertugas menjangkau anak-anak yang belum terlayani pendidikan agar dapat kembali bersekolah atau mengikuti pendidikan nonformal.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, menyampaikan bahwa relawan berperan sebagai garda depan penjangkauan anak tidak sekolah.
Relawan tidak hanya melakukan pendataan tetapi juga memastikan anak-anak kembali terhubung dengan layanan pendidikan yang sesuai dan berkelanjutan.
Program Relawan Pendidikan merupakan upaya berbasis komunitas untuk mengatasi masalah anak tidak sekolah di Indonesia.
Relawan juga bertugas mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah secara lebih mendalam.
Relawan memetakan kebutuhan belajar anak serta melakukan advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.
Tujuan Program dan Cakupan Wilayah
Program ini bertujuan menghasilkan data ATS yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi untuk kebijakan pendidikan nasional dan daerah.
Kemendikdasmen berharap relawan dapat membangun komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan anak.
Keberhasilan program diukur bukan hanya dari jumlah anak yang terdata, tetapi dari jumlah anak yang kembali belajar.
Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.
Program Relawan Pendidikan 2026 dilaksanakan di 10 kabupaten di Indonesia.
Daerah tersebut meliputi Sampang, Ogan Komering Ilir, Lampung Tengah, Mimika, Maluku Tengah, Jeneponto, Agam, Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, dan Indramayu.
Terdapat 261 relawan pendidikan yang terlibat dalam program tahun ini.
Program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi mitra dan relawan pendidikan.
Tujuannya adalah memperkuat gerakan nasional dalam menangani anak tidak sekolah di Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya





