
Pantau - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan tradisi Ngadu Bedug yang menjadi identitas Kabupaten Pandeglang dapat memperkuat budaya masyarakat Banten di tengah arus modernisasi serta harus terus dilestarikan oleh generasi mendatang.
Dimyati mengatakan bedug selama ini menjadi simbol budaya yang melekat kuat dengan karakter religius Pandeglang yang dikenal sebagai daerah seribu ulama dan sejuta santri.
“Kalau tidak kita pertahankan, identitas kita bisa hilang. Bedug adalah salah satu identitas budaya yang harus terus kita jaga,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Sabtu.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Gebrag Ngadu Bedug di Kabupaten Pandeglang pada Jumat (29/5) malam.
Gebrag Ngadu Bedug Jadi Ajang Pelestarian Budaya
Dimyati menjelaskan Gebrag Ngadu Bedug tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi komposer Nusantara, seniman, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, tradisi Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup dan berkembang seiring perubahan zaman.
“Keberhasilan Gebrag Ngadu Bedug kembali masuk karisma event nusantara (KEN) sebagai prestasi penting bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia menegaskan status sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara harus dijaga dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan setiap tahun.
“Karena sudah masuk KEN, event ini tidak boleh berhenti. Harus terus dilaksanakan dan dikembangkan setiap tahun,” katanya.
Bedug Jadi Warisan Lintas Generasi dan Penggerak Ekonomi
Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang Endang Suhendar mengatakan tradisi Gebrag Ngadu Bedug lahir dari budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Endang, bedug memiliki fungsi lebih dari sekadar alat musik karena menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Pandeglang.
“Bedug bukan sekadar alat bunyi. Ia adalah bahasa kampung yang diwariskan lintas generasi,” ungkapnya.
Sebanyak 20 Kampung Bedug dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, acara itu juga memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan aktivitas UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata lokal.
- Penulis :
- Aditya Yohan





