
Pantau - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan massa udara dingin dari Australia mempengaruhi suhu udara di Bali sehingga terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Udara Dingin Australia Pengaruhi Cuaca Bali
Prakirawan BBMKG Wilayah III Wayan Gita Giriharta menjelaskan fenomena tersebut terjadi karena Australia sedang memasuki periode musim dingin yang berlangsung pada Juni hingga Agustus.
“Benua Australia juga berada dalam periode musim dingin, dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi sehingga terjadi pergerakan massa udara sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati Bali dan sekitarnya,” ungkap Wayan Gita Giriharta di Denpasar, Sabtu.
Ia menjelaskan kondisi udara yang lebih dingin umumnya terjadi saat puncak musim kemarau di Bali yang berlangsung pada Juni, Juli, dan Agustus.
Menurutnya, fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia.
“Pada periode itu posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga terjadi defisit penyinaran matahari untuk wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, seperti Bali dan sekitarnya,” ujarnya.
Langit Cerah Percepat Penurunan Suhu Udara
Selain dipengaruhi massa udara dingin dari Australia, suhu yang lebih rendah di Bali juga dipicu oleh kondisi langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan.
Kondisi tersebut menyebabkan panas hasil radiasi matahari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga udara di dekat permukaan terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
Berdasarkan prakiraan BBMKG Denpasar, suhu udara minimum di Bali pada 30 hingga 31 Mei 2026 berkisar 20 derajat Celsius dan suhu maksimum mencapai 32 derajat Celsius.
Angka tersebut tercatat lebih rendah satu derajat dibandingkan prakiraan pada 23 hingga 24 Mei 2026 yang mencapai suhu minimum 21 derajat Celsius dengan suhu maksimum 32 hingga 34 derajat Celsius.
Sementara itu, kawasan wisata Bedugul di Kabupaten Tabanan dan Kintamani di Kabupaten Bangli diperkirakan menjadi wilayah dengan suhu terendah yang berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius pada 31 Mei 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan





