
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 747 jiwa warga mengungsi akibat banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan total terdampak mencapai 968 jiwa dari 314 kepala keluarga.
BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menyampaikan bahwa 215 kepala keluarga atau 747 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Banjir terjadi akibat luapan saluran air yang tidak mampu menampung tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Ratusan Rumah Terdampak dan Wilayah Terendam Banjir
Sedikitnya 468 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi di sejumlah titik lokasi.
Wilayah terdampak tersebar di lima kelurahan pada empat kecamatan di Kota Manado.
Kelurahan terdampak meliputi Pakowa di Kecamatan Wanea, Paal IV di Kecamatan Tikala, Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Komo dan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.
BNPB menyebut kondisi genangan air mulai surut di beberapa titik hingga Jumat sore.
Penanganan Darurat dan Kondisi Terkini Pengungsi
Warga secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur banjir.
BNPB memastikan penanganan logistik dan tempat pengungsian darurat telah disiapkan oleh petugas gabungan di lapangan.
Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
BNPB terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi banjir susulan di wilayah Kota Manado dan sekitarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





