
Pantau - Yayasan Sakuranesia dan Karakalpak State University menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan pertukaran budaya yang melibatkan Indonesia, Jepang, dan Uzbekistan.
Penandatanganan MoU dilakukan di Nukus dan menjadi langkah awal pengembangan kolaborasi akademik serta budaya antarnegara di kawasan Asia.
Acara tersebut dihadiri oleh Tovic Rustam, Ken Ito, dan Rektor Karakalpak State University Jollibekov Berdiyar Bakhtiyarovich.
Kerja sama ini juga mendapat dukungan dari Satoshi Togashi dan Janbolat Akseytov yang berperan sebagai koordinator pengembangan kolaborasi internasional.
Penasihat Pendidikan Yayasan Sakuranesia Ken Ito menilai kerja sama tersebut memiliki potensi besar dalam memperluas jejaring pengetahuan dan budaya di kawasan Asia.
"Pertukaran pendidikan dan penelitian yang menghubungkan Uzbekistan, Jepang, dan Indonesia memiliki potensi untuk menciptakan jaringan baru pengetahuan dan budaya di Asia," ungkap Ken Ito.
Fokus pada Pendidikan, Penelitian, dan Pertukaran Budaya
Melalui MoU tersebut, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaborasi yang mencakup pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama multidisipliner.
Bidang yang menjadi fokus kolaborasi meliputi pertanian, lingkungan, seni, budaya, dan inovasi sosial.
Yayasan Sakuranesia selama ini dikenal aktif mendorong pertukaran pendidikan, seni, dan budaya antara Indonesia dan Jepang.
Jejaring kerja sama yang telah dibangun yayasan tersebut mencakup berbagai institusi pendidikan dan organisasi, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bunkyo Gakuin University, Sanko Gakuin, Weathernews, Tsuzuki Education Group, serta Lembaga Persahabatan Ormas Islam.
Diharapkan Perkuat Hubungan Antarbangsa
Chairman dan Founder Yayasan Sakuranesia Sakura Ijuin menyatakan penandatanganan MoU ini mempertegas komitmen yayasan dalam mendorong pendidikan dan budaya antarbangsa.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi upaya membangun jembatan persahabatan dan harmoni peradaban di Asia maupun dunia.
Sementara itu, Rektor Karakalpak State University Jollibekov Berdiyar Bakhtiyarovich berharap kerja sama tersebut dapat menjadi fondasi hubungan yang semakin erat antara Indonesia, Jepang, dan Uzbekistan.
"Melalui perjanjian ini, saya berharap pertukaran budaya dan akademik antara Indonesia, Jepang, dan Uzbekistan akan semakin berkembang," ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
- Penulis :
- Gerry Eka





