
Pantau - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan dan gangguan lalu lintas yang terjadi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (31/5) malam.
Kemacetan Terjadi Saat Pertunjukan Musik
Kemacetan di kawasan Rasuna Said menjadi viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan kepadatan arus kendaraan di sekitar lokasi pertunjukan musik yang diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan dan gangguan lalu lintas di kawasan HR Rasuna Said,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin di Jakarta, Senin (1/6).
Budi menjelaskan petugas Dishub bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan untuk mengurangi kepadatan yang terjadi di sekitar area kegiatan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung berbagai kegiatan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di ibu kota.
Kurang Koordinasi Jadi Penyebab Gangguan Lalu Lintas
Budi mengatakan kegiatan tersebut memang telah mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian.
Namun, Dishub DKI tidak menerima koordinasi dari penyelenggara terkait kebutuhan pengaturan lalu lintas dan parkir sebelum acara berlangsung.
Ia menilai koordinasi sejak awal sangat penting agar Dishub dapat menyiapkan kantong parkir, menempatkan petugas, melakukan rekayasa lalu lintas, serta mengantisipasi lonjakan kendaraan di sekitar lokasi.
Selain itu, Dishub juga dapat memberikan imbauan kepada pengunjung untuk menggunakan transportasi umum guna mengurangi kepadatan kendaraan pribadi.
“Ke depan, kami ingin memastikan petugas hadir dalam setiap permasalahan di jalan raya dan memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat,” tutur Budi.
Dishub DKI mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan untuk berkoordinasi sejak tahap perencanaan agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara optimal dan mobilitas masyarakat tetap terjaga.
- Penulis :
- Aditya Yohan





