
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyiapkan layanan home care atau perawatan di rumah selama 21 hari bagi jamaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga pascakepulangan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan layanan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk memantau dan menangani setiap keluhan kesehatan yang dialami jamaah haji.
"Layanan ini akan berlangsung hingga tiga pekan (21 hari) ke depan guna memastikan kondisi jamaah agar tetap fit dan bugar," kata Roby.
Petugas Kesehatan Siaga Layani Jamaah
Roby menyampaikan petugas kesehatan di Bintan telah disiagakan untuk memberikan penanganan apabila jamaah mengalami gangguan kesehatan seperti demam maupun keluhan lainnya.
Jamaah yang membutuhkan layanan medis dapat menghubungi petugas haji yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan puskesmas dan tim medis setempat.
"Selanjutnya, petugas haji akan menghubungi puskesmas dan tim medis untuk berkunjung ke rumah yang bersangkutan," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan Retno Riswati mengimbau jamaah yang mengalami gangguan kesehatan setelah kembali dari Arab Saudi agar segera melapor kepada petugas kesehatan.
Menurut Retno, perubahan iklim dari Arab Saudi ke Indonesia dapat menyebabkan sejumlah keluhan kesehatan seperti batuk, pilek, demam, hingga sakit kepala.
Jamaah Diminta Jaga Kondisi Tubuh
Retno menjelaskan tubuh jamaah masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan kondisi iklim di Indonesia setelah menjalani ibadah haji.
Ia mengimbau jamaah memperbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayur guna menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan.
"Istirahat yang cukup juga penting untuk dilakukan setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan selama di Tanah Suci," ucap Retno.
Sebelumnya, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut kepulangan jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Kota Batam pada Senin (1/6).
Kloter tersebut berjumlah 445 orang yang terdiri atas 44 jamaah asal Bintan, 27 jamaah asal Lingga, 145 jamaah asal Tanjungpinang, 225 jamaah asal Batam, serta empat petugas kloter.
Seluruh jamaah dilaporkan tiba dalam kondisi sehat meski masih terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





