
Pantau - Kualitas udara Jakarta pada Kamis (4/6) pagi tercatat sebagai yang terburuk di dunia berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) mencapai 171 atau masuk kategori tidak sehat.
Jakarta Puncaki Daftar Kota Berudara Terburuk
Berdasarkan data IQAir pada pukul 06.10 WIB, konsentrasi polusi PM2.5 di Jakarta mencapai 84 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat dan berisiko bagi kelompok sensitif, termasuk manusia, hewan, serta dapat berdampak pada tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat.
Warga juga disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan menutup jendela rumah guna mengurangi paparan udara yang tercemar.
Pada daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia, Jakarta berada di posisi pertama dengan AQI 171.
Posisi berikutnya ditempati Tashkent, Uzbekistan dengan AQI 156.
Hanoi, Vietnam dan Lahore, Pakistan berada di peringkat ketiga dan keempat dengan AQI 153.
Sementara Kinshasa, Republik Demokratik Kongo menempati posisi kelima dengan AQI 139.
Pemprov DKI Dorong Gerakan #SatuLangkahDulu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu.
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Purwanti Suryandari mengatakan, "Melalui kampanye #SatuLangkahDulu, kami ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi, baik melalui kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, maupun challenge untuk warga Jakarta."
Gerakan yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara tersebut melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Program itu mendorong berbagai langkah sederhana seperti mengurangi sumber emisi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap kualitas udara.
Pemprov DKI berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat membantu menciptakan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat di masa mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





