
Pantau - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua masih menyelidiki jenis bahan peledak dalam kasus ledakan bom di Jalan Wolter Monginsidi, Biak, yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, dan mengakibatkan enam orang meninggal dunia serta tiga orang dilaporkan hilang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Komisaris Besar Polisi Parasian Herman Gultom mengatakan tim Labfor telah mengambil sejumlah sampel dari tempat kejadian perkara untuk mengetahui jenis bahan peledak yang terdapat dalam bom yang meledak.
Ia mengungkapkan, "Sampel sudah diambil dari TKP (tempat kejadian perkara) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut."
Pemeriksaan Laboratorium Forensik Masih Berlangsung
Penyelidikan saat ini difokuskan pada identifikasi jenis bahan peledak yang menyebabkan ledakan melalui pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sampel yang telah dikumpulkan dari lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai karakteristik bahan peledak yang memicu insiden mematikan tersebut.
Ledakan itu diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di wilayah Biak.
Tim Jibom Lakukan Sterilisasi Lokasi
Hingga saat ini lokasi ledakan belum dinyatakan aman karena Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan proses sterilisasi di area kejadian.
Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak maupun benda berbahaya yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Parasian Herman Gultom menjelaskan, "Tim Jibom masih melakukan sterilisasi agar TKP benar-benar bersih dari barang berbahaya."
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Biak Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Trestiawan menyampaikan bahwa tim Jibom Brimob Polda Papua menemukan sejumlah bahan peledak di lokasi ledakan.
Temuan tersebut meliputi berbagai jenis granat, berbagai jenis amunisi, dan pecahan proyektil yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
Ari Trestiawan menyatakan, "Berbagai jenis bahan peledak diduga peninggalan perang dunia II itu sudah dimusnahkan."
Penyidik saat ini juga terus mengumpulkan bukti untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus memastikan lokasi kejadian telah steril dan aman dari sisa bahan berbahaya.
- Penulis :
- Arian Mesa





