HOME  ⁄  Nasional

Satu Desa di Cilacap Ajukan Bantuan Air Bersih pada Awal Musim Kemarau 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Satu Desa di Cilacap Ajukan Bantuan Air Bersih pada Awal Musim Kemarau 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Petugas BPBD Kabupaten Cilacap mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPBD Cilacap..)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, menjadi satu-satunya wilayah yang mengajukan permohonan bantuan air bersih pada awal musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo mengatakan permohonan tersebut telah diterima pada Jumat (5/6), namun kondisi di lapangan dinilai belum mendesak sehingga pengajuan dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Baru ada satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih yaitu Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi,” ungkap Taryo.

Menurutnya, Desa Karangkemiri merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengajukan bantuan distribusi air bersih saat musim kemarau sehingga pemerintah desa memilih mengajukan permohonan lebih awal.

BPBD Lakukan Survei Lapangan

Taryo mengatakan BPBD Cilacap belum dapat memastikan kebutuhan distribusi air bersih karena masih akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melakukan survei lapangan.

“Desa Karangkemiri memang rutin setiap tahun menerima distribusi bantuan air bersih,” ujarnya.

BPBD juga akan memeriksa kondisi sumber air dan aspek teknis lainnya untuk menentukan jumlah bantuan yang diperlukan masyarakat.

Kondisi Air Bersih Masih Relatif Aman

Hingga saat ini BPBD belum menerima laporan atau permohonan bantuan dari desa lain yang selama ini dikenal rawan kekeringan saat musim kemarau.

Bahkan Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, yang biasanya lebih awal mengalami kekurangan air bersih, belum mengajukan permohonan bantuan.

“Untuk Bojong belum ada laporan. Mungkin kondisinya sejauh ini masih aman,” kata Taryo.

Menurutnya, belum adanya pengajuan dari wilayah lain menunjukkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Cilacap masih relatif terkendali meskipun sebagian daerah mulai memasuki musim kemarau.

BPBD Cilacap tetap memantau perkembangan cuaca dan potensi kekeringan di sejumlah kecamatan serta terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air bersih jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Taryo juga mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila mulai terjadi kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Penulis :
Aditya Yohan