
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan operasional angkutan penyeberangan di lintasan Kariangau–Penajam, Kalimantan Timur, tetap berjalan normal selama proses rehabilitasi Dermaga 2 Pelabuhan Penajam yang berlangsung pada 5–14 Juni 2026.
“Selama proses pekerjaan berlangsung kurang lebih 10 hari kerja, layanan lintasan Kariangau–Penajam dipastikan tetap beroperasi normal,” ungkap Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Rehabilitasi dilakukan melalui pengecoran ulang struktur breasting dolphin nomor 2 dan 3 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur pelabuhan untuk mendukung layanan penyeberangan yang aman dan berkelanjutan.
Aktivitas Kapal Dialihkan ke Dermaga 1
Heru menjelaskan seluruh aktivitas sandar kapal sementara dialihkan ke Dermaga 1 selama pekerjaan berlangsung.
“Seluruh aktivitas sandar kapal untuk sementara dialihkan ke Dermaga 1 dengan pola operasional yang telah disiapkan secara matang agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan lancar,” katanya.
Menurutnya, perbaikan dilakukan karena struktur breasting dolphin di Dermaga 2 mengalami beberapa kali benturan kapal saat proses sandar sehingga memerlukan penanganan segera demi menjaga keselamatan operasional.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan operasional kapal tetap aman, tertib, dan terkendali selama masa rehabilitasi.
Delapan Kapal Tetap Layani Lintasan
General Manager ASDP Cabang Balikpapan Muhammad Ramadhani mengatakan lintasan Kariangau–Penajam saat ini dilayani delapan kapal, termasuk empat armada milik ASDP yaitu KMP Poncan Moale, KMP Goropa, KMP Gajah Mada, dan KMP Dingkis.
“Dengan waktu pelayanan rata-rata sekitar 20 menit per perjalanan, operasional penyeberangan tetap kami upayakan berjalan optimal selama proses rehabilitasi berlangsung,” ungkapnya.
Setelah pekerjaan di Dermaga 2 selesai, ASDP akan melanjutkan peningkatan fasilitas di Dermaga 1 melalui rehabilitasi dan peningkatan kapasitas movable bridge yang berfungsi sebagai penghubung antara dermaga dan kapal.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Kariangau–Penajam telah melayani lebih dari 10 ribu penumpang dan 66 ribu kendaraan, menunjukkan peran strategis jalur tersebut dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kalimantan Timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





