HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Badung Raih Penghargaan Terbaik Nasional Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkab Badung Raih Penghargaan Terbaik Nasional Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting
Foto: (Sumber : Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (ketiga kiri) menerima penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten dari Menteri PKP RI, Maruarar Sirait di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, DI Yogyakarta, Kamis (4/6). ANTARA/HO-Pemkab Badung.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten dalam ajang Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali.

Badung Catat Prestasi dalam Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Penghargaan tersebut diterima Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Badung. Ini bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak,” ujar Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Jumat (5/6/2026).

Prestasi Kabupaten Badung didukung oleh keberhasilan menekan angka stunting dan kemiskinan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Badung tercatat sebesar 4,9 persen pada 2023 dan 5,3 persen pada 2024, menjadikannya salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Indonesia.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Badung berhasil mencapai nol persen sejak 2023.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Badung memperoleh trofi penghargaan dan insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.

Pemkab Badung Fokus Bangun Kualitas Generasi Masa Depan

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah yang terus memprioritaskan pembangunan manusia.

Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, kesehatan balita, sanitasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami meyakini bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang kualitas generasi masa depan. Karena itu, kami memastikan seluruh program berjalan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Prestasi ini adalah pijakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, menekan kemiskinan secara berkelanjutan, menjaga angka stunting tetap rendah, dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf