
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa wastra Nusantara memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia karena mudah dikenali oleh masyarakat internasional dan mampu memperkuat pengaruh budaya Indonesia di tingkat global.
Fadli Zon menyebut wastra sebagai bagian dari soft power Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada dunia.
Selain berfungsi sebagai identitas budaya, wastra juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang besar.
Menurut Fadli Zon, wastra merupakan bagian dari industri budaya dan ekonomi budaya yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
"Wastra dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif," ungkap Fadli Zon.
Ia menilai kekayaan wastra Indonesia mampu menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan budaya internasional.
Indonesia memiliki lebih dari 1.340 kelompok etnis yang tersebar di berbagai wilayah.
Keragaman tersebut tercermin dalam berbagai jenis wastra Nusantara yang berkembang di setiap daerah.
Bentuk wastra Indonesia meliputi batik, songket, tenun, ikat, serta berbagai bahan dan medium tekstil tradisional lainnya.
Menurut Fadli Zon, setiap wastra Nusantara tidak hanya memiliki nilai estetika.
Di balik setiap motif dan bentuk kain tradisional terdapat filosofi, harapan, doa, serta nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Keberagaman tersebut menjadikan wastra sebagai salah satu representasi penting identitas budaya Indonesia.
Wastra juga dinilai memiliki peran strategis sebagai media yang memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat global.
Fadli Zon menekankan pentingnya meningkatkan pemanfaatan wastra untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Pemanfaatan wastra dinilai dapat memperkuat usaha ekonomi berbasis budaya di berbagai daerah Indonesia.
Pengembangan sektor wastra juga berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Untuk mendukung pelestarian dan promosi wastra, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan pameran nasional bertajuk "Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara".
Pameran tersebut berlangsung di Museum Negeri Sonobudoyo mulai 5 Juni 2026 hingga 29 Juli 2026.
Pameran itu bertujuan menjadi ruang apresiasi terhadap wastra Nusantara sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat.
Selain mendukung pelestarian kain tradisional Indonesia, pameran juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut turut diharapkan meningkatkan peran museum sebagai sarana pembelajaran budaya dan destinasi wisata budaya.
Wastra Nusantara dinilai tidak hanya berfungsi sebagai produk budaya tradisional, tetapi juga sebagai identitas bangsa, alat diplomasi budaya, sumber penguatan ekonomi kreatif, serta media promosi Indonesia di tingkat internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka





