
Pantau - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul menilai wilayahnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata kesehatan (wellness tourism) dan wisata olahraga (sport tourism) berbasis alam, dengan Tahura Bunder menjadi salah satu destinasi unggulan yang mulai menawarkan berbagai aktivitas pemulihan kesehatan fisik dan mental.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan kondisi alam Gunungkidul sangat mendukung pengembangan wellness tourism yang memadukan keindahan alam dengan aktivitas kesehatan dan relaksasi.
Beberapa destinasi yang telah mulai menawarkan paket wellness tourism dan sport tourism antara lain Tahura Bunder serta Wunung Giri Sela Kandha di Wonosari.
Meski demikian, pengembangan sektor tersebut dinilai masih belum optimal dan membutuhkan penguatan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku wisata.
Untuk sport tourism, sejumlah kegiatan telah berjalan seperti Running Baron 10K di Pantai Baron serta memiliki potensi pengembangan event olahraga di kawasan Nglanggeran dan sekitar Goa Pindul.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mulai mendorong mitra-mitra wisata untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga di destinasi wisata alam guna memperkuat sektor wellness tourism dan sport tourism.
Kepala Tahura Bunder, Eko Zubaedi, menjelaskan kawasan tersebut memiliki sungai berbatu karst, hutan kayu putih yang asri, serta ekosistem alam yang lengkap dan unik.
Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan di kawasan tersebut meliputi trekking, camping, birdwatching, dan edukasi konservasi.
Selain itu, Tahura Bunder juga menawarkan pengalaman healing di tengah suasana hutan tropis khas Gunungkidul.
Sejumlah komunitas diketahui telah memanfaatkan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan wisata alam dan pengembangan kesehatan berbasis lingkungan.
Pada akhir Mei 2026, Genitri Eco Wellness yang dikelola PT Genitri Bregas Persada menyelenggarakan kegiatan wellness tourism di Tahura Bunder sebagai bagian dari upaya promosi pariwisata berbasis kesehatan.
Pengelola Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, mengatakan program tersebut bertujuan menjadi sarana kolaborasi promosi pariwisata sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mencari ketenangan dan memulihkan kesehatan secara alami.
“Menjadi sarana kolaborasi promosi pariwisata, menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mencari ketenangan, dan membantu pemulihan kesehatan fisik dan mental secara alami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan konsep yang diusung menggabungkan penyembuhan holistik dengan keindahan dan keasrian alam Tahura Bunder.
Menurutnya, wisatawan tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga diharapkan pulang dengan kondisi tubuh yang lebih bugar dan pikiran yang lebih segar.
Program wellness tourism yang ditawarkan mencakup kegiatan menanam pohon, edukasi pelestarian lingkungan, kelas ketahanan pangan mandiri, serta edukasi gaya hidup sehat berbasis bahan alami bersama Hijaunesia.
Konsep utama yang dikembangkan adalah mengajak wisatawan menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan dan kepenatan aktivitas sehari-hari melalui perpaduan olahraga, relaksasi, edukasi lingkungan, dan pemulihan kesehatan fisik maupun mental.
- Penulis :
- Gerry Eka





