
Pantau - Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 6,0 yang terjadi di wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.55 WIB terasa hingga Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, di tengah masih berlakunya peringatan dini tsunami pascagempa kuat di kawasan Mindanao, Filipina.
BMKG Sebut Peringatan Tsunami Masih Berlaku
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Dr. Andri Wijaya mengatakan gempa susulan tersebut berpusat di wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan hingga saat ini peringatan tsunami masih diberlakukan dengan status Pemutakhiran Data Peringatan Dini (PD) 3.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah pesisir terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah dan BMKG.
Warga dan Sekolah Lakukan Langkah Antisipasi
Warga Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, Hamid Rauf, mengaku sempat menghentikan aktivitasnya setelah merasakan dampak gempa dan menerima informasi terkait potensi tsunami.
"Kami takut dengan adanya peringatan tsunami, saya sempat menghentikan sementara aktivitas untuk mengucap doa, apalagi sempat merasa pusing dan khawatir," ungkap Hamid.
Warga lainnya, Iskandar, mengatakan masyarakat di sekitar Pelabuhan Kwandang terus memantau kondisi laut dan sebagian warga telah melakukan evakuasi mandiri.
"Informasi yang beredar terkait siaga status tsunami membuat warga tidak menunggu lagi informasi lanjutan dari pemerintah namun telah berangsur-angsur melakukan evakuasi mandiri tanpa kepanikan," ujarnya.
Sementara itu, pihak SMA Negeri 1 Gorontalo Utara memutuskan memulangkan seluruh siswa sebagai langkah antisipasi.
"Bel panjang telah dibunyikan tanda anak-anak dapat pulang ke rumah mengingat banyak orang tua menghubungi kami selaku wali kelas untuk menyampaikan informasi terkini di sekolah. Alhamdulillah lingkungan sekolah kondusif namun anak-anak sudah dipulangkan," kata guru SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, Ervina.
Hingga laporan ini disampaikan, situasi di Gorontalo Utara dilaporkan tetap kondusif meski masyarakat di wilayah pesisir terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan peringatan tsunami.
- Penulis :
- Aditya Yohan





