
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami tertinggi pascagempa magnitudo 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, terjadi di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dengan ketinggian mencapai 0,75 meter atau 75 sentimeter.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gelombang tersebut terdeteksi pada pukul 08.20 WIB setelah gempa berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao pada Senin pagi.
“Peringatan dini keempat berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 10:15:51 WIB,” kata Wijayanto.
BMKG Terbitkan Empat Tahap Peringatan Dini
BMKG menjelaskan peringatan dini pertama diterbitkan pada pukul 06.40.44 WIB atau tiga menit setelah gempa terjadi yang berisi parameter gempa dan status ancaman tsunami.
Peringatan dini kedua dirilis pada pukul 06.51.26 WIB dengan pembaruan parameter gempa.
Selanjutnya, peringatan dini ketiga memuat hasil observasi alat pengukur muka air laut atau tide gauge yang mendeteksi gelombang tsunami di sejumlah wilayah.
Pada laporan pertama, tsunami terdeteksi setinggi 0,09 meter di Loloda, Maluku Utara, 0,18 meter di Ulu Siau, Sulawesi Utara, dan 0,32 meter di Melonguane, Sulawesi Utara.
Talengan Sangihe Catat Gelombang Tertinggi
Pada pembaruan berikutnya, BMKG mencatat gelombang tsunami setinggi 0,30 meter di Tahuna, Kepulauan Sangihe, 0,45 meter di Paleleh, Sulawesi Tengah, 0,32 meter di Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara, 0,29 meter di Bitung, dan 0,14 meter di Ternate.
Gelombang tertinggi tercatat di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan ketinggian mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 kilometer.
Hasil pemodelan BMKG sebelumnya menunjukkan potensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali stabil dan tidak ada kenaikan muka air laut yang membahayakan, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15 WIB.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





