HOME  ⁄  Nasional

Manggala Agni Tuntaskan Pemadaman Karhutla 108 Hektare di Bengkalis Riau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Manggala Agni Tuntaskan Pemadaman Karhutla 108 Hektare di Bengkalis Riau
Foto: (Sumber : Tim Manggala Agni ketika menuntaskan pemadaman karhutla di Tanjung Kapal Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. ANTARA/HO-Manggala Agni.)

Pantau - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 108 hektare di kawasan Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, setelah operasi pemadaman intensif yang melibatkan sejumlah tim gabungan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan pemadaman dilakukan di tiga sektor untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

“Puji syukur Senin kemarin sore kami nyatakan padam tuntas. Tim Manggala Agni dari Daops Siak, Kota Jambi dan Muara Tebo hari ini demobilisasi,” ungkap Ferdian dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa.

Strategi Estafet Air Padamkan Titik Api

Operasi pemadaman melibatkan Manggala Agni Daops Siak yang diperkuat dua tim dari Jambi dan dua tim dari Muara Tebo.

Tim pemadam menyisir seluruh area kebakaran dengan memperdalam sekat bakar dan bergerak hingga mencapai titik api terakhir.

“Mereka melaksanakan pemadaman dengan strategi estafet air memanfaatkan 'collapsible tank' dengan bentangan selang sepanjang 40 roll sampai di titik api terakhir. Hasilnya sisi kanan dan kiri tuntas,” ujar Ferdian.

Strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan embung sebagai sumber pasokan air yang disalurkan secara berantai menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Terkendala Akses dan Medan Berat

Ferdian menjelaskan medan operasi cukup berat karena banyaknya pohon tumbang yang menghambat pergerakan petugas menuju titik api.

“Kendala lain serta akses, sarana prasarana dan logistik. Tapi kami terbantu dengan satu alat berat perusahaan yang membantu membuka akses dan membuat embung estafet,” katanya.

Menurutnya, keberadaan alat berat sangat membantu tim dalam membuka jalur menuju area terbakar serta mempercepat proses penyediaan sumber air untuk pemadaman.

Dengan padamnya seluruh titik api di Tanjung Kapal, operasi pemadaman dinyatakan selesai dan personel yang terlibat mulai ditarik kembali ke daerah operasi masing-masing.

Penulis :
Ahmad Yusuf