
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 guna mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari program transisi energi nasional.
PLTS 100 GW Akan Masuk Perencanaan Kelistrikan Nasional
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan strategi pengembangan PLTS 100 GW saat ini tengah disiapkan, termasuk dari sisi regulasi.
"Kita sudah tahu semua bahwa program 100 gigawatt itu sedang disiapkan strateginya seperti apa. Ketika bicara strategi, tentunya di sana kita bicara regulasinya. Nah, ini sekarang lagi disiapkan," ujarnya di Jakarta, Selasa.
Harris menjelaskan seluruh pembangkit listrik yang akan terhubung ke jaringan listrik nasional wajib terlebih dahulu tercantum dalam dokumen RUPTL.
Karena itu, program PLTS 100 GW akan dimasukkan ke dalam revisi RUPTL PLN yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pemerintah.
"RUPTL yang ada itu kan tidak dilarang untuk dilakukan revisi, ya. Tergantung dari kebutuhan apakah sekarang atau tahun depan," ungkapnya.
Ia juga memastikan koordinasi antara Kementerian ESDM dan PLN terkait pengembangan proyek tersebut telah berjalan.
"Oh, tentu (komunikasi dengan PLN)," katanya.
Tahap Awal Fokus Pengembangan 17 GW
Pemerintah saat ini menyiapkan tahap awal pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW sebagai bagian dari target besar pengembangan PLTS 100 GW.
Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan lahan seluas 24 ribu hektare di Pulau Jawa untuk mendukung proyek tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan infrastruktur transmisi dan gardu induk milik PLN akan dihubungkan dengan pembangkit yang dibangun di kawasan tersebut.
Menurutnya, percepatan pengembangan tahap awal menjadi prioritas pemerintah sebelum kapasitas proyek terus ditingkatkan menuju target 100 GW.
Program ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung pengembangan energi terbarukan nasional sekaligus memperkuat upaya pengurangan emisi dan ketergantungan terhadap energi fosil.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





