
Pantau - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar mengajak seluruh elemen akademis, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah membangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi untuk mendukung berbagai kebijakan afirmasi pendidikan yang dijalankan Presiden.
Asep menilai langkah afirmatif pemerintah, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat berasrama bagi keluarga miskin ekstrem dan percepatan perbaikan fisik sekolah, membutuhkan dukungan ilmiah serta pengawasan yang kuat agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Sinergi yang berkeadilan tidak akan tercapai jika idealisme kebijakan berjalan sendiri tanpa topangan validasi ilmiah dan ketatnya sistem pengawasan. Untuk itu, seluruh elemen akademis, pemerintah pusat, serta pemerintah daerah perlu membangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi melalui tindakan nyata,” ungkapnya.
Kampus Diminta Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Asep menegaskan perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan keberhasilan program pendidikan nasional.
Menurutnya, Sekolah Rakyat berbasis asrama berpotensi menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Keberadaan sekolah berbasis asrama bertindak sebagai social elevator yang memutus mata rantai kemiskinan (intergenerational poverty trap) secara langsung, namun demikian Pemerintah harus waspada agar program masif ini tidak melahirkan efek samping segregasi sosial atau stigma baru sebagai 'sekolah kaum marjinal',” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya standarisasi mutu lulusan Sekolah Rakyat melalui kurikulum berbasis teknologi dan sains agar mampu bersaing di dunia kerja global maupun seleksi perguruan tinggi negeri.
Tiga Langkah Sinergi Tri Dharma Terintegrasi
Asep menilai kebijakan penyaluran langsung dana perbaikan sekolah kepada kepala sekolah dan komite sekolah merupakan langkah debirokratisasi yang signifikan, namun tetap memerlukan pengawasan dan pendampingan.
“Kepala sekolah dan komite di pelosok daerah kerap kali memiliki keterbatasan dalam literasi akuntansi formal dan regulasi pengadaan barang. Tanpa asistensi yang tepat, desentralisasi berisiko tinggi memindahkan lokus penyelewengan dari birokrasi tingkat atas menjadi korupsi skala mikro di tingkat satuan pendidikan. Ini patut diantisipasi,” katanya.
Ia mengusulkan tiga langkah Sinergi Tri Dharma Terintegrasi, yakni asistensi akuntabilitas keuangan melalui pendampingan dan pelatihan pelaporan keuangan, kemitraan kurikulum untuk memperkuat pendidikan teknologi digital dan sains aplikatif, serta riset evaluasi dampak berkelanjutan terhadap lulusan Sekolah Rakyat.
Menurut Asep, kolaborasi tersebut penting agar setiap kebijakan pendidikan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





