
Pantau - TNI menegaskan selalu mengutamakan pendekatan humanis melalui dialog dengan masyarakat sebelum membangun markas Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) di berbagai daerah guna memastikan kehadiran satuan tersebut diterima warga.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas mengatakan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak merasa terganggu dengan keberadaan prajurit maupun pembangunan markas YTP.
"Jadi yang kita laksanakan adalah pendekatan secara humanis, secara kemanusiaan, secara data dan fakta kita sampaikan," ungkap Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.
TNI Libatkan Warga dan Pemerintah Daerah
Nas menjelaskan dalam proses dialog tersebut TNI memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai fungsi YTP serta penggunaan lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan markas.
Menurutnya, penentuan lokasi pembangunan markas bukan dilakukan oleh TNI melainkan oleh pemerintah daerah berdasarkan rencana strategis yang telah disusun.
"Bukan kami yang menunjuk titik situ, tetapi kita minta daerah mana yang akan dibangun berdasarkan rencana strategis yang dibuat, pemerintah daerah lah yang menentukan tempat itu," ujarnya.
Ia menambahkan penamaan markas YTP juga ditentukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat setempat sebagai bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam proses pembangunan.
Harapkan Dukungan Masyarakat
Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan markas YTP diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara prajurit dan warga.
Nas menegaskan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk memastikan pembangunan markas berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dengan proses komunikasi dan koordinasi yang dilakukan sejak awal, TNI berharap keberadaan markas YTP dapat diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah pembangunan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





