
Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meresmikan Migrant Center di Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP), Batam, sebagai langkah memperkuat ekosistem hulu penyiapan pekerja migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global, dengan fokus pada sektor hospitality dan pariwisata.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, meninjau langsung fasilitas kampus BTP sebelum meresmikan Migrant Center yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun jalur penyiapan pekerja migran yang lebih terstruktur melalui pendidikan, pelatihan, dan penempatan kerja secara prosedural ke pasar internasional.
Ia mengungkapkan, "Tentu kita akan bangun ekosistem hulu pekerja migran yang skilled workers (tenaga kerja ahli). Dan di sinilah fokusnya di bidang hospitality."
Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berbasis Pendidikan dan Kompetensi
Pemerintah menargetkan pembangunan ekosistem pekerja migran yang berorientasi pada tenaga kerja ahli dan kompeten melalui kolaborasi antara KP2MI dan BTP.
Kolaborasi tersebut dinilai sebagai sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan lembaga pendidikan sebagai pencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia migran, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai instrumen melalui nota kesepahaman antara KP2MI dan 12 kementerian serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Berbagai kementerian yang terlibat memiliki politeknik kedinasan di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan, perhubungan, perikanan, dan awak kapal yang diharapkan menjadi bagian dari rantai penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Mukhtarudin menegaskan, "Pemerintah menciptakan iklim yang memfasilitasi sektor riil. Penempatan dilakukan melalui skema resmi yang disiapkan pemerintah, baik itu Government to Government (G-to-G) maupun skema prosedural lainnya."
Pemerintah menekankan bahwa seluruh penempatan pekerja migran harus dilakukan melalui jalur resmi dan prosedural, termasuk melalui skema Government to Government (G-to-G) dan mekanisme resmi lainnya.
Batam Dinilai Strategis dan Berpotensi Jadi Pusat Pengembangan Tenaga Kerja
Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menyoroti posisi strategis Kota Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan memiliki akses dekat ke pasar kerja internasional.
Menurut pemerintah, letak geografis Batam memberikan peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar global.
Mukhtarudin mengatakan, "Dampaknya bukan saja hilirisasi SDM, tapi konteksnya menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, ekosistemnya bagus, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi."
Pemerintah menilai pengembangan tenaga kerja terampil akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.
Selain meresmikan Migrant Center, Mukhtarudin juga mendorong BTP membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sendiri untuk menghubungkan pendidikan, pelatihan, dan penempatan kerja dalam satu layanan terpadu.
Pembentukan P3MI dinilai realistis karena kualitas lulusan BTP dianggap baik dan banyak di antaranya telah mengikuti program magang internasional serta memiliki pengalaman di hotel-hotel ternama di Asia.
Ia menyarankan, "Saya sarankan segera bentuk dan siapkan P3MI-nya. Sehingga terjadi one stop service di BTP. Jadi orang berpikir kuliah di BTP aja, karena di sana jalurnya untuk bisa bekerja di luar negeri secara prosedural sudah disiapkan. Dalam negeri disiapin, luar negeri disiapin."
Konsep one stop service di lingkungan BTP diharapkan mempermudah akses kerja di dalam maupun luar negeri sekaligus mendukung peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia, penyediaan jalur migrasi kerja yang aman dan prosedural, penguatan daya saing tenaga kerja nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan kerja internasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





