HOME  ⁄  Nasional

Program JKN Membantu Mujizat Pulih dari Hipertiroid di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program JKN Membantu Mujizat Pulih dari Hipertiroid di Tengah Keterbatasan Ekonomi
Foto: (Sumber : Mujizat (50), warga Kelurahan Tondo Kota Palu, Sulawesi Tengah memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga pulih dari penyakit hipertiroid yang diderita. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Palu.)

Pantau - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantu Mujizat (50), warga Kelurahan Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjalani pengobatan rutin hingga kondisinya berangsur pulih setelah didiagnosis menderita penyakit hipertiroid sejak tiga tahun lalu.

Perjalanan Pengobatan Hipertiroid dengan Dukungan JKN

Mujizat mengungkapkan bahwa gejala awal yang dialaminya muncul pada 2023 ketika mengalami demam berkepanjangan disertai pembengkakan pada leher.

Ia mengatakan, “Pada 2023 saya mengalami demam berhari-hari dan ada yang berbeda dengan leher saya, karena kelihatan bengkak. Saya berpikir jika demam saya sudah reda, leher saya juga akan membaik. Tapi ternyata tidak, justru semakin meradang.”

Selain demam, ia mengalami muntah-muntah, jantung berdebar kencang, dan perubahan warna tubuh menjadi kekuningan sehingga keluarganya membawanya ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Umum Anutapura Palu.

Setelah menjalani pemeriksaan, Mujizat didiagnosis menderita hipertiroid dan gangguan jantung sehingga harus menjalani pengobatan rutin serta pemeriksaan darah setiap bulan.

Ia mengungkapkan, “Setelah dirawat beberapa hari dan melalui beberapa pemeriksaan, akhirnya saya didiagnosa mengidap hipertiroid dan jantung. Saya cukup khawatir karena takut akan ada biaya tambahan yang dibayarkan karena saya harus rutin konsumsi obat dan rutin cek darah setiap bulan.”

Bersyukur Mendapat Perlindungan Kesehatan

Selama tiga tahun menjalani pengobatan, Mujizat menyebut tidak pernah mengeluarkan biaya untuk layanan kesehatan karena ditanggung melalui program JKN dan kondisi kesehatannya terus membaik.

Ia menyampaikan, “Kehadiran BPJS Kesehatan membawa harapan besar buat saya dan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Tanpa program ini, saya tidak akan mampu menanggung semua biaya pengobatan saya. Suami saya bekerja sebagai buruh harian lepas, kadang punya pekerjaan, kadang juga tidak. Jadi penghasilannya tidak menentu.”

Mujizat yang telah menjadi peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) selama sekitar sepuluh tahun juga mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya di Puskesmas Talise dan Rumah Sakit Umum Anutapura Palu.

Ia mengatakan, “Saya sangat puas dengan pelayanan di Puskesmas Talise dan Rumah Sakit Umum Anutapura. Selama saya menjalani pengobatan, perawat dan dokter yang menangani semua ramah, memberikan penjelasan yang baik. Jadinya saya juga bersemangat menjalani pengobatan.”

Mujizat berharap Program JKN dapat terus memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan akses layanan kesehatan berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan