
Pantau - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memberikan kesempatan kepada lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) untuk mengembangkan koperasi yang bermitra dengan pemerintah serta pelaku usaha di daerah guna mewujudkan kemandirian lembaga, meningkatkan kesejahteraan pegawai, dan memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.
Pengembangan Koperasi dan Kemitraan dengan Pelaku Usaha Lokal
Agus meminta kepala lapas dan kepala rutan menggandeng pengusaha lokal dalam pengembangan usaha yang hasilnya dapat dinikmati bersama investor, koperasi, dan petugas pemasyarakatan.
Ia mengungkapkan, “Saya juga minta para kalapas, karutan untuk menggandeng pengusaha lokal yang keuntungannya juga nanti dibagi dengan investor, kemudian kooperasi, termasuk kepada petugas yang ditugaskan untuk menjaga.”
Menurut Agus, sejak awal menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dirinya telah mencanangkan transformasi di bidang pemasyarakatan dengan mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu dibenahi.
Transformasi tersebut difokuskan pada peningkatan kesejahteraan pegawai, pemberian pelatihan kerja kepada warga binaan agar memperoleh premi dari hasil pelatihan, serta pemanfaatan hasil kedua kegiatan tersebut untuk mendukung program sosial seperti Jumat Barokah dan kegiatan sosial lainnya.
Agus juga menjelaskan bahwa pengelolaan bahan makanan pemasyarakatan sebelumnya dilakukan secara terpusat sehingga pengusaha dari Jakarta dapat menangani kebutuhan lapas di berbagai daerah.
Ia menegaskan, “Sejak 2026 saya sudah minta Dirjen Pemasyarakatan melaporkan apakah semua (bama lapas/rutan) sudah dikelola pengusaha lokal.”
Menurutnya, kebijakan pengelolaan oleh pelaku usaha lokal perlu dipertahankan agar anggaran negara yang dialokasikan untuk pemasyarakatan turut mendukung ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian di daerah.
Kantin Dikelola Koperasi dan Dorongan Mengembangkan Usaha Baru
Agus mengungkapkan bahwa pengelolaan kantin di lapas pada masa lalu sempat melibatkan pihak-pihak tertentu.
Ia mengatakan, “Pada saat itu kantin juga banyak yang main Pak!, ada keluarga pejabat. Tapi sekarang sudah enggak.”
Saat ini, kantin kering, kantin basah, dan wartel di lapas maupun rutan dikelola koperasi yang beranggotakan seluruh pegawai pemasyarakatan sehingga keuntungan dinikmati oleh para pegawai.
Ia menjelaskan, “Jadi keuntungannya dinikmati oleh pegawai. Dari situ aja sebenarnya ini sudah sejahtera ya. Artinya semuanya sudah kami serahkan kepada daerah.”
Agus mendorong kepala lapas dan kepala rutan memanfaatkan keuntungan koperasi serta wartel untuk mengembangkan unit usaha baru, termasuk menjadi penyedia bahan makanan bagi kebutuhan pemasyarakatan dan mengembangkan sektor pertanian maupun peternakan.
Sebagai contoh, Agus menyebut kebutuhan telur ayam di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat mencapai sekitar 28 ton per bulan, sementara program ketahanan pangan lapas baru mampu memasok sekitar 14 ton sehingga masih terdapat peluang pemenuhan sekitar 15 ton.
Ia menegaskan, “Untuk kebutuhan intern pemasyarakatan masih ada 15 ton lagi. Artinya peluang yang bisa diambil dari pemanfaatan keuntungan tiap bulan itu jangan terus dibagi supaya keuntungannya makin banyak titik untungnya.”
Peringatan agar Menghentikan Praktik yang Melanggar Hukum
Agus mengingatkan seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun praktik yang tidak semestinya.
Ia mengungkapkan, “Jangan, nanti saya ingatkan kayak bulan yang lalu. 5 Mei itu saya ingatkan stop berhenti. Tapi 5 Juni ada kejadian.”
Agus kembali menegaskan, “Saya minta di jajaran pemasyarakatan tolong yang masih aneh-aneh berhenti. Sudah kami kasih semuanya sama teman-teman di pemasyarakatan.”
Di akhir penyampaiannya, Agus juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas demi melindungi diri dan keluarga dari konsekuensi pelanggaran hukum.
Ia menutup dengan mengatakan, “Udahlah nanti kena obrak abis semua. Menurut saya tolong hentikan hal-hal itu. Supaya kita semua terhindar. Ingat, rekan-rekan punya keluarga yang tentunya harus dijaga kehormatannya sehingga tidak menjadi korban yang tidak perlu.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





