
Pantau - Indonesia menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran menahan diri serta berkomitmen terhadap gencatan senjata yang telah disepakati menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang kembali memicu ketegangan di kawasan, termasuk di Selat Hormuz.
Indonesia Mendorong Kembali Perundingan Damai
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyatakan pemerintah Indonesia terus mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk kembali melakukan dialog dan perundingan damai.
"Kita tentu ingin terus mendorong agar para pihak segera kembali ke meja perundingan, kembali mewujudkan gencatan senjata," ungkap Arrmanatha Nasir.
Pemerintah Indonesia juga menyayangkan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang dan kontak senjata yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan kawasan.
"Kita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan," ujar Arrmanatha Nasir.
Ia menilai perang yang terus berlanjut tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di negara-negara yang berkonflik, tetapi juga membawa konsekuensi bagi banyak negara lain.
Bentrokan Memicu Penutupan Selat Hormuz
Bentrokan antara pasukan Iran dan Amerika Serikat dilaporkan terjadi pada Kamis, 11 Juni, dini hari waktu setempat di wilayah perairan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz setelah terjadinya eskalasi konflik tersebut.
Laporan awal menyebutkan sejumlah kapal Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang diluncurkan oleh angkatan bersenjata Iran.
Ledakan dilaporkan terdengar di wilayah Sirik, Minab, dan kota pelabuhan Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm dan Pulau Hengam.
Sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di wilayah barat ibu kota Teheran serta di Provinsi Fars di bagian selatan negara tersebut.
Selat Hormuz kemudian dinyatakan ditutup bagi seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga, karena adanya ancaman keamanan di jalur pelayaran tersebut.
Ketegangan Berlangsung Sejak Akhir Februari
Ketegangan di kawasan disebut bermula pada 28 Februari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sejak saat itu, konflik telah memicu rangkaian konfrontasi militer, aksi saling balas serangan, dan meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan.
- Penulis :
- Shila Glorya





