
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas Hasanuddin (Unhas) difungsikan sebagai laboratorium pembelajaran dan inovasi untuk menghasilkan best practices dan smart practices yang mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan model percontohan yang mengintegrasikan tata kelola, standar gizi, keamanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
SPPG Dikembangkan sebagai Model Pembelajaran dan Tata Kelola
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa SPPG Unhas tidak hanya berperan sebagai unit produksi dan distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran dan inovasi bagi pengembangan program MBG.
Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan SPPG dilakukan secara profesional dengan menerapkan standar ketat pada perencanaan menu, pengendalian mutu, keamanan pangan, manajemen operasional yang terstruktur, serta monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan.
Unhas juga membuka ruang partisipasi, kritik, dan pengawasan dari publik sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Mahasiswa didorong untuk terlibat melalui kegiatan riset dan pengawasan terhadap program yang dijalankan.
Akademisi diberi kesempatan untuk berpartisipasi melalui kajian ilmiah dan evaluasi kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG.
Masyarakat sipil juga dapat ikut mengawasi proses produksi, distribusi, dan tata kelola program guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai standar.
Ishaq Rahman menegaskan, “Program ini berorientasi pada kontribusi akademik dan sosial, bukan pencarian keuntungan ekonomi. Melalui keterlibatan sivitas akademika dan masyarakat dalam riset, evaluasi, serta pengawasan.”
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan SPPG bukan merupakan bentuk komersialisasi kampus.
Secara administratif, SPPG Unhas dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademika yang merupakan lembaga non-profit milik Unhas dan telah berdiri sekitar 20 tahun.
Yayasan tersebut selama ini berfokus pada pengelolaan berbagai program sosial, termasuk Masjid Kampus, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Dasar.
Dukungan CSR dan Rantai Pasok Internal Perkuat Operasional
Dapur SPPG Unhas dibangun di lahan kosong yang masih berada di lingkungan kampus dengan melibatkan berbagai mitra Unhas dalam pembangunan gedung dan sarana pendukung.
Sejumlah perusahaan swasta turut memberikan kontribusi melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga biaya pembangunan dapur tidak membebani anggaran Unhas.
Selain proses produksi, SPPG Unhas memberikan perhatian terhadap sarana dan prasarana pendukung, termasuk mekanisme pengolahan limbah.
Fasilitas tersebut dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 10 kubik dengan teknologi terbaru yang dinilai jauh lebih besar dibanding kebutuhan dapur sejenis yang umumnya sekitar 3 kubik.
Sejak diresmikan pada 28 April 2026, SPPG Unhas turut mendorong terbentuknya ekosistem supply chain pemenuhan gizi yang melibatkan berbagai unit di lingkungan kampus.
Fakultas Pertanian menyuplai kebutuhan sayur-mayur untuk dapur SPPG sebagai bagian dari rantai pasok internal.
Fakultas Kehutanan berpartisipasi dengan menyediakan jamur tiram sebagai bahan pangan.
Fakultas Peternakan memasok daging ayam broiler, telur ayam kampung, telur ayam ras, serta olahan daging sapi untuk mendukung kebutuhan program.
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan juga tengah mempersiapkan pasokan ikan nila dan produk olahan ikan berbentuk filet guna melengkapi kebutuhan bahan pangan SPPG.
- Penulis :
- Shila Glorya





