HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Menjelaskan Kenaikan Harga Pertamax Mengikuti Minyak Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Tidak Berubah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Menjelaskan Kenaikan Harga Pertamax Mengikuti Minyak Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Tidak Berubah
Foto: Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab pertanyaan wartawan di ruang media, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 10/4/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Pantau - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Pertamax merupakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga penyesuaian harganya mengikuti pergerakan harga minyak dunia, sementara BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan tanpa kenaikan.

Penjelasan Pemerintah Soal Penyesuaian Harga Pertamax

Teddy menyampaikan bahwa jenis BBM yang memperoleh subsidi pemerintah hanya mencakup Pertalite dan Solar sehingga keduanya tidak mengalami kenaikan harga meskipun terjadi lonjakan harga minyak dunia.

“Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik,” ungkapnya.

Sejak harga minyak dunia meningkat akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, harga Pertalite tetap berada di Rp10.000 per liter.

Pada periode yang sama, harga Solar bersubsidi juga dipertahankan sebesar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax mengalami penyesuaian mulai 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Teddy menjelaskan bahwa pemerintah telah menahan kenaikan harga Pertamax selama beberapa bulan meskipun harga minyak dunia telah mengalami peningkatan sejak Maret 2026.

“Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan. Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain,” ujarnya.

Perbandingan Harga dengan Negara Lain dan Muncul di Tengah Aksi Mahasiswa

Berdasarkan data yang disampaikan Sekretariat Kabinet, harga BBM RON 92/95 di Filipina mencapai Rp22.158 per liter.

Di Laos, harga BBM RON 92/95 tercatat sebesar Rp31.945 per liter.

Di Thailand, harga BBM RON 92/95 mencapai Rp28.910 per liter.

Di Myanmar, harga BBM RON 92/95 berada pada Rp25.085 per liter.

Di Singapura, harga BBM RON 92/95 mencapai Rp42.971 per liter.

Sekretariat Kabinet mengunggah penjelasan Teddy mengenai penyesuaian harga Pertamax pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Unggahan tersebut muncul di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa dari sejumlah kampus di kawasan Bundaran HI, Jakarta, yang berlangsung sejak siang hari.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menjadi salah satu kelompok yang ikut dalam aksi tersebut.

Salah satu dari lima tuntutan yang disampaikan massa aksi adalah penurunan harga BBM.

Meski demikian, penyesuaian harga hanya berlaku bagi BBM nonsubsidi seperti Pertamax, sedangkan harga Pertalite dan Solar sebagai BBM bersubsidi tetap tidak mengalami kenaikan.

Penulis :
Leon Weldrick