HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Provinsi Papua Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Provinsi Papua Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak
Foto: Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen saat mengunjungi tempat pengungsian masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu 13/6 (sumber: Pemprov Papua)

Pantau - Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan pascakejadian.

Kunjungan Langsung dan Penyaluran Bantuan

Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen bersama jajaran melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak pada Sabtu (13/6) untuk melihat kondisi masyarakat dan menentukan langkah penanganan lanjutan.

Aryoko mengungkapkan, “Pada Sabtu (13/6), kami melakukan kunjungan ke warga yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dimana Pemprov Papua melihat langsung kondisi tersebut agar dilakukan langkah-langkah selanjutnya.”

Bantuan yang disalurkan Pemprov Papua terdiri atas 60 karung beras berukuran 10 kilogram.

Selain beras, pemerintah juga memberikan 90 kilogram gula pasir kepada masyarakat terdampak.

Pemprov Papua turut menyalurkan 60 karton mi instan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

Bantuan lainnya yang diberikan berupa 90 liter minyak goreng sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua.

Aryoko mengatakan, “Seluruh bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua dan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak.”

Komitmen Pemulihan dan Penyelidikan Berlanjut

Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa warga Kabupaten Biak Numfor.

Pemprov berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi pascakejadian.

Aryoko menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama selama proses pemulihan berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Pemerintah daerah berkomitmen hadir memberikan dukungan secara moril maupun material kepada masyarakat yang mengalami musibah.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama masa pemulihan.

Aryoko menegaskan, “Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.”

Sebelumnya, jumlah korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak dilaporkan bertambah menjadi enam orang.

Aparat kepolisian melalui Tim Laboratorium Forensik Polda Papua masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui jenis bahan peledak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Tim SAR gabungan juga terus melakukan pencarian terhadap korban dalam insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak.

Penulis :
Shila Glorya