
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendata dampak dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA.
BNPB Lakukan Asesmen Bersama BPBD
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan proses asesmen cepat masih berlangsung untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi di wilayah terdampak.
"BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak," ungkap Abdul Muhari.
BNPB menegaskan pendataan kebutuhan masyarakat terus dilakukan bersama pemerintah daerah di kawasan terdampak gempa.
Berdasarkan data BMKG, gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer serta berlokasi sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Warga Panik dan Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak
Guncangan kuat dirasakan di Kota Palu selama sekitar 4 hingga 6 detik sehingga warga berhamburan keluar rumah, sementara BPBD segera melakukan pemantauan dan asesmen pascagempa.
Di Kabupaten Donggala, Poso, Sigi, dan Parigi Moutong, masyarakat juga merasakan getaran yang memicu kepanikan sehingga BPBD setempat melakukan monitoring dan pendataan di lapangan.
Laporan sementara mencatat kerusakan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong, meski rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan.
Hingga pukul 12.17 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 13 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi di sekitar lokasi gempa utama.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, mengikuti arahan pemerintah dan petugas berwenang, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





